Berita

Prabowo Subianto: Dituduh Diktator, Saya Bersumpah Jaga NKRI Sejak Jadi Prajurit

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto menanggapi tudingan bahwa dirinya ingin menjadi diktator atau melakukan kudeta. Ia menegaskan kesetiaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah ia junjung sejak menjadi prajurit TNI.

Heran Indonesia Masih Impor Pangan

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025). Ia mengungkapkan rasa herannya melihat Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam melimpah namun masih menghadapi masalah kemiskinan dan ketergantungan pangan.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, kebergantungan pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan sangat tidak masuk akal bagi negara sebesar Indonesia.

“Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita, kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tegasnya.

Bukan Orang Pintar, Tapi Bisa Melihat Kebenaran

Meskipun bukan seorang akademisi dengan gelar profesor, Prabowo menyatakan memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah, serta merasakan keadilan.

“Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor tapi saya bisa melihat yang benar dan yang tidak benar. Saya bisa melihat yang masuk akal, yang tidak masuk akal. Saya bisa merasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu, saya berjuang terus,” tuturnya.

Advertisement

Tuduhan Diktator dan Sumpah Prajurit

Di tengah pidatonya, Prabowo kemudian menyinggung tudingan yang pernah dialamatkan kepadanya.

“Saya dituduh mau jadi diktator, saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta, tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat,” jelasnya.

Peran Krusial Petani dalam Kemerdekaan

Presiden juga mengingatkan kembali peran vital rakyat, khususnya para petani, dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Waktu kita berjuang kita diberi makan oleh rakyat Indonesia. Waktu kita menyatakan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak, belum ada bea cukai, siapa yang biayai pejuang-pejuang, siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan kontribusi tak ternilai dari para petani.

“Yang memberi makan kepada tentara, pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita, saudara-saudara sekalian,” pungkasnya.

Advertisement