Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkap penyebab kemacetan parah yang terjadi di Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (8/1) malam. Peningkatan volume kendaraan, terutama truk kontainer yang keluar-masuk dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, menjadi salah satu faktor utama.
Volume Kendaraan Meningkat Akibat Jadwal Ekspor Impor
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan di kawasan tersebut merupakan hal yang rutin terjadi pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Ketiga hari ini merupakan jadwal padat untuk aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok, yang menyebabkan lonjakan truk kontainer di ruas jalan arteri menuju pelabuhan.
“Semalam itu di Cakung-Cilincing itu sebetulnya hanya peningkatan volume kendaraan saja, tapi memang didapati juga–terutama di Bapek–ada beberapa kendaraan yang bermasalah, jadi crowded,” ujar Komarudin saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, “Rutinitas Hari Rabu, Kamis, dan Jumat itu memang jadwalnya ekspor impor, jadi volume kendaraan besar keluar-masuk pelabuhan meningkat, karena jadwal kapal sandar di tiga hari itu.”
Gangguan Truk Trailer Memperparah Kemacetan
Selain lonjakan volume kendaraan, adanya truk trailer yang mengalami gangguan teknis di jalur arteri juga turut memperparah kondisi lalu lintas. Satu unit truk trailer yang bermasalah menyebabkan antrean panjang kendaraan di belakangnya.
“Ada satu trailer juga yang bermasalah sehingga mengekor kemacetannya,” imbuh Komarudin.
Kemacetan yang berlangsung selama berjam-jam memaksa para pengendara untuk mematikan mesin kendaraan mereka. Komarudin membenarkan fenomena ini sebagai upaya pengendara untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi.
“Ini memang kebiasaan pengendara kalau sudah padat ada kecenderungan mematikan mesin dengan alasan hemat BBM, supaya nggak polusi juga,” katanya.
Banyaknya U-turn Menjadi Penghambat Kelancaran
Faktor lain yang berkontribusi terhadap kelancaran lalu lintas adalah banyaknya titik putar arah atau U-turn. Manuver yang diperlukan oleh truk kontainer berdimensi panjang dan lebar untuk berputar arah seringkali memakan waktu dan ruang, sehingga menghambat arus kendaraan lain.
“Truk-truk kontainer panjang itu kan kalau putar di U-turn dia perlu manuver dulu,” jelasnya.
Petugas kepolisian dari Ditlantas Polda Metro Jaya dilaporkan telah diterjunkan ke lapangan untuk mengurai kemacetan. Arus lalu lintas dilaporkan mulai mencair dan terurai menjelang tengah malam.
“Semalam kami bisa urai sebenarnya mengalir saja, ada perlambatan sehingga jam 22.30 WIB mulai mencair,” pungkasnya.






