Berita

KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi

Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono (ONS).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pemanggilan Ono Surono. “Hari ini Kamis (15/1), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan TPK terkait suap ijon proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (15/1/2026). Ia menambahkan, “ONS Ketua DPD PDI-P Jawa Barat.”

Ono Surono dilaporkan telah berada di gedung KPK yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Selain Ono, KPK juga memanggil tujuh orang saksi lainnya untuk dimintai keterangan terkait kasus yang sama. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

Daftar Saksi Lain yang Dipanggil KPK:

  • Agung Mulya, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air
  • Dede Haerul, Kepala Bidang Pembangunan Jalan Kabupaten Bekasi
  • Ahmad Fauzi, Kepala Bidang Pembangunan Jembatan Kabupaten Bekasi
  • Teni Intania, Kepala Bidang Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi
  • Agung Jatmika, PPK Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi
  • Hasri, PPK Pembangunan Jalan Kabupaten Bekasi
  • Tulus, PPK Jembatan Kabupaten Bekasi

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, ayah Ade Kuswara, HM Kunang, dan pihak swasta bernama Sarjan.

Advertisement

Ade Kuswara dan HM Kunang diduga menerima uang sebesar Rp 9,5 miliar sebagai bentuk ‘ijon’ atau jaminan untuk proyek yang rencananya digarap pada tahun 2026. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pemberian uang tersebut dilakukan dalam empat tahap melalui perantara.

“Total ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK dan HMK mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam 4 kali penyerahan kepada melalui para perantara,” kata Asep Guntur Rahayu.

Advertisement