Sepakbola

Dukun Pengganda Uang untuk Juara Piala Afrika Ditangkap Polisi Mali

Advertisement

Mali – Seorang dukun di Mali, Karamogo Sinayoko, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah janjinya untuk membuat Tim Nasional Mali menjuarai Piala Afrika tidak terwujud. Sinayoko dilaporkan telah mengumpulkan donasi hingga ratusan juta rupiah dari masyarakat yang percaya pada kemampuannya.

Praktik Perdukunan Berbayar

Menurut laporan dari AFP, Karamogo Sinayoko meminta sumbangan uang dari para pendukung Timnas Mali dengan dalih akan memberikan ‘magic’ agar tim kesayangan mereka meraih kemenangan di Piala Afrika. Aksi ini rupanya cukup berhasil menarik simpati, dengan Sinayoko berhasil mengumpulkan dana diperkirakan mencapai Rp 657 juta.

Perjalanan Mali dan Kekecewaan Massa

Timnas Mali sendiri sempat menunjukkan performa yang menjanjikan di awal turnamen. Mereka berhasil meraih tiga hasil imbang di fase grup, termasuk menahan imbang tuan rumah Maroko dengan skor 1-1. Mali juga sukses melaju ke perempatfinal setelah mengalahkan Tunisia melalui adu penalti dengan skor 3-2. Namun, langkah mereka terhenti di perempatfinal setelah kalah tipis 0-1 dari Senegal.

Kekalahan ini sontak menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat yang telah memberikan dukungan finansial kepada Sinayoko. Sang dukun pun menjadi sasaran kemarahan massa.

Advertisement

Plot Twist Penangkapan

Menariknya, pihak kepolisian Mali sebenarnya sudah berniat mengamankan Karamogo Sinayoko sejak awal. Hal ini dikarenakan praktik meminta sumbangan berkedok perdukunan tersebut sebenarnya dilarang di Mali. Namun, karena banyaknya masyarakat yang masih percaya dan mendukung Sinayoko, polisi memilih untuk menunda penangkapan demi menghindari potensi gesekan sosial.

Pada akhirnya, setelah Timnas Mali tersingkir dari turnamen, penangkapan terhadap Karamogo Sinayoko tidak dapat dihindari lagi. Ia akhirnya diamankan oleh pihak berwajib.

Advertisement