• Kam. Apr 3rd, 2025

Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 13-14 Oktober 2024

Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 13-14 Oktober 2024

KOMPAS.com – Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami hujan lebat dan angin kencang pada Minggu (13/10/2024) hingga Senin (14/10/2024). Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem ini terkait dengan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, di mana kondisi atmosfer lebih labil dibandingkan saat musim kemarau. Hal ini meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif, seperti Cumulonimbus (CB), yang sering kali memicu cuaca ekstrem.

Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan, “Selama masa peralihan ini, awan Cumulonimbus berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang, bahkan hujan es di beberapa wilayah tertentu.” Selain itu, BMKG juga menyebutkan bahwa hujan yang terjadi bersifat lokal dan tidak merata, dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat dalam durasi yang singkat.

Aktivitas Gelombang Atmosfer

BMKG juga melaporkan bahwa aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di beberapa wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan selama sepekan mendatang. Sementara itu, gelombang atmosfer Kelvin terpantau aktif di wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan sebagian Pulau Jawa, yang turut mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut.

baca juga: Ukuran Pasar Pemindai Format Lebar tumbuh pada CAGR sebesar 9,60%, laporan ini mencakup analisis berdasarkan Jenis, segmentasi, pertumbuhan dan perkiraan 2024-2030

Wilayah yang Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Berdasarkan prakiraan BMKG, berikut adalah daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada 13-14 Oktober 2024:

Minggu, 13 Oktober 2024

  1. Hujan Intensitas Rendah
    DIY, Jawa Timur, Bali
  2. Hujan Intensitas Sedang
    Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara
  3. Hujan Lebat
    Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat
  4. Hujan Lebat dan Angin Kencang
    Bengkulu, Sulawesi Barat, Papua

Senin, 14 Oktober 2024

  1. Hujan Intensitas Rendah
    Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, DIY, Bali, NTB
  2. Hujan Intensitas Sedang
    Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, Papua Barat
  3. Hujan Lebat
    Sumatera Utara, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua
  4. Hujan Lebat dan Angin Kencang
    Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat

Peringatan Cuaca Ekstrem

BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah-wilayah yang disebutkan agar mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Khususnya bagi daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang, perlu adanya tindakan antisipatif untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang.

BMKG juga menghimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi cuaca terkini yang disampaikan melalui berbagai saluran resmi, termasuk media sosial dan aplikasi BMKG. Kondisi cuaca yang berubah cepat selama masa peralihan ini memerlukan kewaspadaan yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Aktivitas Gelombang Rossby dan Kelvin

Selain cuaca yang dipengaruhi oleh kondisi atmosfer lokal, BMKG juga menyoroti peran aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin dalam mempengaruhi cuaca di Indonesia. Gelombang Rossby Ekuatorial diketahui dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya, sementara gelombang Kelvin berkontribusi terhadap peningkatan kelembapan di lapisan atmosfer tertentu, yang pada akhirnya mendukung pembentukan awan hujan.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan, gelombang Rossby diprediksi akan mendominasi dalam beberapa hari mendatang, sedangkan gelombang Kelvin terpantau aktif di Sumatera Barat, Jambi, dan Pulau Jawa. Kondisi ini semakin memperkuat potensi hujan lebat di wilayah-wilayah tersebut.

Kesimpulan

Dengan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 13-14 Oktober 2024, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.