• Kam. Apr 3rd, 2025

KPK Gelar OTT di Kalimantan Selatan, Uang Diduga Diterima Orang Kepercayaan Gubernur

KPK Gelar OTT di Kalimantan Selatan, Uang Diduga Diterima Orang Kepercayaan Gubernur

JAKARTA, Kompas.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan pada Minggu, 6 Oktober 2024. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan bahwa operasi ini diduga kuat berkaitan dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, karena uang suap yang ditemukan diyakini diterima oleh salah satu orang kepercayaannya.

“Patut diduga bahwa OTT ini terkait langsung dengan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Uang baru saja sampai di tangan orang yang kami yakini sebagai orang kepercayaan gubernur,” ujar Alexander saat dihubungi Kompas.com pada Senin, 7 Oktober 2024.

KPK Fokus pada Pemberantasan Korupsi di Tingkat Daerah

Operasi senyap yang dilakukan oleh KPK di Kalimantan Selatan ini merupakan bagian dari upaya intensif lembaga tersebut dalam memberantas korupsi di pemerintahan daerah. Seperti yang disampaikan Alexander, dalam banyak kasus korupsi, suap atau gratifikasi sering kali disalurkan melalui perantara yang menjadi orang kepercayaan pejabat publik atau penyelenggara negara.

baca juga: Pasar Panel Kepala Tempat Tidur, Prospek dan Prakiraan Global 2022-2028 Ukuran Pasar – Tren Pertumbuhan, Statistik & Prakiraan (2024 – 2031)

“Dalam banyak kasus, suap atau gratifikasi memang sering diberikan lewat orang-orang yang dekat dengan penyelenggara negara, untuk menghindari jejak langsung menuju pejabat yang bersangkutan,” jelas Alexander.

Proses OTT di Pemprov Kalsel

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, juga telah mengonfirmasi bahwa operasi tangkap tangan ini berlangsung di lingkungan Pemprov Kalimantan Selatan. Meski begitu, Ghufron enggan memberikan informasi lebih lanjut mengenai detail operasi tersebut.

“Benar, OTT telah dilakukan di Kalsel,” ujar Ghufron saat dihubungi Kompas.com pada Minggu, 6 Oktober 2024. Namun, ketika diminta penjelasan lebih rinci, ia menambahkan, “Kejelasan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.”

KPK menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung, dan publik diharapkan bersabar menunggu hasil resmi dari operasi ini. Ghufron juga memastikan bahwa KPK berkomitmen penuh untuk menyampaikan perkembangan terkait kasus ini kepada masyarakat secara terbuka.

Respons Publik dan Pengawasan Media

Kasus ini segera menarik perhatian publik dan media, mengingat posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekonomi besar di Indonesia, serta peran sentral Gubernur Sahbirin Noor dalam memimpin pemerintahan daerah. Banyak pihak kini menantikan kelanjutan dari proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK.

Selain itu, media lokal dan nasional telah mulai melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan kasus ini. Pemprov Kalimantan Selatan, yang sebelumnya dikenal relatif bebas dari kasus besar korupsi, kini harus berhadapan dengan sorotan tajam terkait dugaan keterlibatan orang-orang terdekat gubernur dalam praktik suap dan gratifikasi.

Potensi Dampak Terhadap Stabilitas Pemerintahan Daerah

Kasus OTT yang menyeret nama Gubernur Sahbirin Noor ini diprediksi akan berdampak signifikan pada stabilitas politik dan pemerintahan di Kalimantan Selatan. Jika tuduhan ini terbukti, akan ada implikasi besar terhadap kredibilitas kepemimpinan daerah, terutama dalam hal pengelolaan anggaran publik dan kebijakan pembangunan.

Pengamat politik dan hukum menilai bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK ini juga menjadi indikasi bahwa masih banyak tantangan dalam memberantas korupsi di tingkat daerah, terutama di daerah-daerah dengan sumber daya ekonomi yang besar. “KPK harus lebih fokus dalam menangani kasus-kasus di daerah, karena korupsi di pemerintahan daerah seringkali terjadi secara sistemik dan sulit untuk diungkap,” ujar seorang pengamat politik yang tidak ingin disebutkan namanya.

Langkah Selanjutnya: Penegakan Hukum yang Transparan

Seperti biasa, KPK berjanji akan menangani kasus ini dengan transparan dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan seluruh proses hukum kepada lembaga yang berwenang.

Sementara itu, publik menanti apakah Gubernur Sahbirin Noor akan memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan orang kepercayaannya dalam kasus suap ini. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak gubernur maupun Pemprov Kalimantan Selatan mengenai OTT tersebut.

Pemberantasan Korupsi Masih Menjadi Prioritas

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya di tingkat pemerintahan daerah. KPK sebagai lembaga independen terus berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, tak terkecuali di daerah-daerah yang jarang tersorot.

OTT di Kalimantan Selatan ini merupakan langkah nyata KPK dalam menindak tegas segala bentuk praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Hasil akhir dari penyelidikan dan proses hukum terhadap orang-orang yang terlibat akan menjadi tolok ukur efektivitas penegakan hukum di Indonesia. Masyarakat pun berharap agar KPK tetap teguh dalam menjalankan tugasnya dan tidak gentar menghadapi tekanan politik yang mungkin timbul akibat kasus-kasus semacam ini.