• Kam. Apr 3rd, 2025

Israel Hantam Situs Militer Iran, Mengapa Bukan Fasilitas Nuklir dan Minyak Teheran?

Israel Hantam Situs Militer Iran, Mengapa Bukan Fasilitas Nuklir dan Minyak Teheran?

15 Oktober 2024, Tel Aviv – Israel telah memberikan kepastian kepada Amerika Serikat bahwa militer mereka tidak akan menyerang fasilitas nuklir maupun infrastruktur minyak milik Iran sebagai respons terhadap serangan rudal yang diluncurkan Teheran pada 1 Oktober lalu. Laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memberikan jaminan ini kepada Presiden AS, Joe Biden, dalam sebuah percakapan telepon pekan lalu.

Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal balistik ke wilayah Israel, sebuah aksi yang memicu ketegangan internasional. Meski begitu, hingga kini Israel belum merespons serangan tersebut secara langsung. Namun, banyak pihak yang mengantisipasi bahwa Israel akan melakukan serangan balasan.

Tekanan dari Amerika Serikat

Dalam dua minggu terakhir, pemerintahan Biden dilaporkan menekan Israel untuk membatasi serangan balasannya terhadap Iran. AS, bersama sekutu-sekutu utamanya di kawasan Timur Tengah, berupaya mencegah pecahnya perang skala penuh yang dikhawatirkan dapat membawa dampak luas di seluruh wilayah. Berdasarkan laporan yang sama, dalam pembicaraannya dengan Biden, Netanyahu menyampaikan rencananya untuk menyerang infrastruktur militer Iran, bukan fasilitas minyak atau nuklir.

Keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan berbagai faktor geopolitik. Seorang pejabat AS yang terlibat dalam percakapan antara kedua pemimpin mengatakan bahwa tindakan Israel akan disesuaikan agar tidak dianggap sebagai intervensi dalam pemilu AS yang sedang berlangsung.

baca juga: Ukuran Pasar Transformator Arus Urutan Nol Global adalah USD 443,00 Juta pada tahun 2023, laporan ini mencakup pertumbuhan Pasar, tren, peluang, dan perkiraan 2024-2030

Kekhawatiran Sekutu AS di Timur Tengah

Selain permintaan dari AS, sejumlah negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah juga melobi Washington untuk memastikan bahwa Israel tidak menyerang fasilitas minyak Iran. Negara-negara ini khawatir jika Israel menyerang sektor energi Iran, Teheran akan melancarkan serangan balasan ke infrastruktur minyak di wilayah mereka. Laporan dari Reuters dan Wall Street Journal mengungkapkan bahwa negara-negara tersebut secara eksplisit menyatakan penolakan mereka atas penggunaan wilayah udara mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran, baik oleh Israel maupun Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa negara di kawasan juga menyampaikan kepada Washington bahwa mereka tidak setuju jika tanah mereka dijadikan landasan peluncuran untuk serangan militer terhadap Iran. Negara-negara ini, yang sebagian besar menggantungkan perekonomian mereka pada ekspor minyak, khawatir bahwa konflik yang meluas dapat memicu ketidakstabilan ekonomi dan politik di kawasan mereka.

Israel Fokus pada Infrastruktur Militer Iran

Fokus Israel yang ditujukan pada infrastruktur militer Iran menunjukkan bahwa Tel Aviv lebih memilih respons yang lebih terukur dan tidak ingin memicu eskalasi yang tidak perlu di wilayah yang sudah sangat tegang. Para pengamat internasional menilai bahwa Netanyahu berusaha untuk tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat sekaligus mempertimbangkan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan Israel diperkirakan akan diarahkan pada fasilitas-fasilitas militer yang dianggap berperan penting dalam mendukung serangan rudal Iran. Namun, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai kapan dan bagaimana serangan tersebut akan dilakukan.

Konflik yang Berkembang

Serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu menjadi salah satu serangan terbesar yang dihadapi Israel dalam beberapa tahun terakhir. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Iran, terutama terkait aktivitas nuklir Teheran. Iran telah lama menuduh Israel sebagai dalang di balik berbagai serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir dan ilmuwan mereka, sementara Israel menuduh Iran berusaha memperluas pengaruhnya di kawasan melalui dukungan kepada kelompok-kelompok militan seperti Hizbullah.

Sementara itu, AS dan sekutu-sekutunya di Eropa terus mengawasi perkembangan situasi ini. Mereka telah berulang kali menyerukan kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dari aksi-aksi yang dapat memicu perang skala penuh.

Reaksi dari Masyarakat Internasional

Respons Israel yang sejauh ini belum melibatkan serangan langsung terhadap fasilitas minyak atau nuklir Iran dianggap oleh beberapa pengamat sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan geopolitik yang rapuh di kawasan Timur Tengah. Namun, beberapa pihak juga menyatakan keprihatinan bahwa eskalasi lebih lanjut bisa saja terjadi, terutama jika serangan balasan Israel menimbulkan kerugian besar di pihak Iran.

Kondisi di Timur Tengah terus dipantau oleh berbagai pihak, dengan banyak yang berharap agar konflik ini tidak berujung pada perang yang lebih luas. Sementara itu, pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi terkait laporan tentang keputusan Israel untuk membatasi target serangannya.