Jakarta, CNN Indonesia — Istana Kepresidenan akhirnya angkat bicara terkait viralnya potongan video yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berjabat tangan dengan Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno, saat menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke-79 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/10). Dalam potongan video tersebut, Jokowi terlihat menyalami beberapa tokoh lainnya namun tampak melewati Try Sutrisno.
Video ini cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan mengapa Jokowi tidak menyapa atau menjabat tangan Try Sutrisno, yang juga hadir bersama istrinya pada saat itu.
Istana Kepresidenan Beri Penjelasan
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, memberikan penjelasan terkait situasi tersebut. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah memberikan salam dan menyapa Try Sutrisno sebelum acara dimulai di ruang VVIP Holding.
“Bapak Presiden sudah salaman dan menyapa Wakil Presiden ke-6 Bapak Try Sutrisno beserta Ibu di Holding VVIP room,” jelas Yusuf dalam keterangannya pada Senin (7/10).
Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan atau penghinaan terhadap Try Sutrisno, melainkan lebih pada urutan acara dan protokol yang berjalan pada hari tersebut.
baca juga: Pasar Butil Etanoat, Prospek dan Prakiraan Global 2022-2028 Tren Pasar
Jokowi Tetap Menghormati Pemimpin Bangsa
Yusuf juga menambahkan bahwa Presiden Jokowi selalu menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada para tokoh bangsa, khususnya kepada para pemimpin terdahulu yang telah berjasa bagi negara.
“Bapak Presiden sangat menghormati semua elemen masyarakat, apalagi dengan para tokoh pemimpin bangsa,” tegasnya.
Penjelasan ini seolah menepis berbagai spekulasi negatif yang muncul di media sosial mengenai hubungan antara Jokowi dan Try Sutrisno, yang merupakan tokoh penting dalam sejarah TNI dan Indonesia.
Kronologi Kejadian di Panggung Kehormatan
Sebelumnya, dalam prosesi upacara HUT TNI ke-79, Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin terlihat menyalami beberapa tokoh yang berada di panggung kehormatan. Usai memberikan salam kebangsaan, Jokowi tampak menyalami beberapa tokoh penting seperti Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11, Boediono.
Namun, saat tiba di hadapan Try Sutrisno dan istrinya, Presiden Jokowi tampak tidak memberikan sapaan atau jabat tangan, yang kemudian memicu Try Sutrisno untuk kembali duduk. Momen ini yang kemudian menjadi sorotan di media sosial.
Setelah itu, Jokowi terlihat menyalami istri mendiang Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid, serta putri Gus Dur, Yenny Wahid, sebelum akhirnya kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan prosesi upacara.
Siapa Try Sutrisno?
Try Sutrisno adalah tokoh penting dalam sejarah politik dan militer Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993 hingga 1998. Sebelumnya, Try Sutrisno juga memiliki karir panjang di TNI, termasuk menjabat sebagai Panglima ABRI dan Kepala Staf Angkatan Darat.
Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu pemimpin militer yang loyal kepada Soeharto, dan masa kepemimpinannya terjadi di salah satu periode paling dinamis dalam sejarah Indonesia, terutama menjelang krisis ekonomi dan politik yang memuncak pada 1998.
Reaksi Publik dan Spekulasi yang Muncul
Viralnya potongan video ini cepat memicu berbagai tanggapan dari publik. Beberapa pihak berspekulasi tentang hubungan antara Jokowi dan Try Sutrisno, meskipun tidak ada pernyataan resmi yang mengindikasikan adanya perselisihan antara keduanya.
Di media sosial, netizen memberikan berbagai reaksi, mulai dari yang mempertanyakan sikap Jokowi hingga mereka yang membela presiden dengan argumen bahwa protokol bisa saja menjadi alasan di balik insiden tersebut.
Namun, setelah penjelasan resmi dari Istana, spekulasi terkait hubungan pribadi antara Jokowi dan Try Sutrisno diharapkan dapat diredam. Yusuf Permana berharap agar publik tidak terlalu membesar-besarkan hal tersebut, mengingat Presiden Jokowi telah memberikan penghormatan yang seharusnya di awal acara.
Sikap Hormat Jokowi pada Para Pemimpin
Presiden Joko Widodo, selama masa jabatannya, sering menunjukkan sikap hormat dan penghargaan terhadap para tokoh-tokoh bangsa, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Hal ini sering kali ditunjukkan dalam berbagai kesempatan resmi kenegaraan, termasuk dalam upacara-upacara besar seperti peringatan HUT TNI.
Dalam konteks ini, apa yang terjadi dalam video viral tersebut lebih mungkin merupakan bagian dari serangkaian kejadian yang mengikuti protokol acara, daripada sebuah tindakan yang disengaja untuk mengabaikan Try Sutrisno.
Klarifikasi dari Istana
Dengan adanya penjelasan dari pihak Istana, diharapkan publik bisa memahami situasi yang sebenarnya terjadi dan tidak lagi berspekulasi lebih lanjut. Viralitas di media sosial sering kali dapat menyebabkan kesalahpahaman, dan dalam kasus ini, klarifikasi dari Istana Kepresidenan diharapkan bisa meredam berbagai spekulasi yang tidak berdasar.
Kejadian ini juga menegaskan pentingnya untuk tidak segera menarik kesimpulan dari potongan video atau gambar tanpa memahami konteks penuh dari situasi yang sedang berlangsung. Protokol kepresidenan, terutama dalam acara besar seperti peringatan HUT TNI, sering kali memiliki urutan yang ketat dan tidak selalu menggambarkan keseluruhan dari interaksi antar tokoh-tokoh penting yang hadir.