Pernyataan AGM Tuai Dukungan, Sulthan : Perlu “Sense of Crisis”

0
1149

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda (KNPI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU menanggapi pernyataan yang mengejutkan Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud terkait dengan keengganan dirinya terlibat dalam penanganan Corona (Covid-19) lagi.

Ketua KNPI PPU, Sulthan, menyampaikan, hal yang wajar bila Bupati meradang dan bersikap demikian, sebab Keppres yang menjadi dasar dari sejumlah kebijakannya dalam penanganan Covid-19 ternyata dipersoalkan sejumlah pihak akhir-akhir ini.

Padahal, bila mundur kebelakang saat awal covid-19 menyebar, berbagai langkah atau kebijakan yang diambil oleh Bupati PPU bisa dikatakan salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur.

“Kebijakan pengadaan Chamber yang belakangan ini dipermasalahkan contohnya. Saya justru memandang kebijakan tersebut cukup progresif dan bisa dikatakan tepat,” kata Sulthan.

Lanjut Sulthan, indokatornya berdasarkan data persebaran kasus Covid yang ada di seluruh Kabupaten dan Kota se Kalimantan Timur, dimana PPU menjadi daerah kedua terkecil angka kasus positifnya. Artinya, output  dari upaya pemerintah daerah menekan penyebaran Covid 19 terlihat hasilnya.

Adapun perihal pengadaannya yang akhir-akhir ini dipersoalkan diberberkan Sulthan kira apa yang dikatakan Bupati memang begitu adanya, bahwa situasi saat itu sangatlah berbeda dengan belakangan ini. Hari-hari itu penuh dengan ketidakpastian.

Bahkan lanjut Sulthan, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (POLPUM) Kemendagri, Bahtiar pun sudah merespon dan turut membenarkan hal tersebut.

“Kalau mengutip pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, kita perlu memiliki sense of crisis. Bahwa menghadapi pandemi ini tidak ada formula yang standar, yang disebut rumusan formula yang benar juga tidak ada,” ujar Sulthan.

“Karena itu, saya kira kita perlu lebih bijaksana dalam melihat sesuatu. Mungkin perlu juga meng-upgrade diri agar tidak terjebak dengan cara pikir dan cara nilai yang standar di masa pandemi yang penuh dengan ketidakpastian ini,” pungkasnya.

Tim Liputan Harian PPU

Beri Komentar