Disdukcapil Akui “Jebol” Kerap Terkendala Internet

0
305
Kepala Disdukcapil PPU, Suyanto

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menerapkan sistem pelayanan Jemput Bola (Jebol) di setiap kecamatan hingga Kelurahan/Desa di PPU.

Tujuan dari Jebol  merupakan terobosan baru agar mempermudah pelayanan masyarakat dalam pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan lain-lainnya.

Layanan Jebol tersebut merupakan program andalan milik Disdukcapil PPU, bertujuan membantu urusan kependudukan di Kelurahan dan Desa yang notabenenya jauh dari kantor Disdukcapil. Layanan jebol ini sendiri dimulai pada 2020 lalu, dan Kecamatan Sepaku yang lokasinya paling jauh jadi sasaran utama.

“Pemberlakuan layanan sistem jembol ini awalnya kurang efektif dikarenakan terkendalanya difasilitas yang tersedia. tetapi setelah adanya bantuan mobil layanan dari Provinsi Kaltim pada awal tahun kemarin, baru efektif berjalannya layanan sistem Jebol disetiap kelurahan hingga desa yang ada di PPU,” terang Kepala Disdukcapil PPU, Suyanto, Kamis (27/05/2021) di Penajam.

Lanjut Suyanto, selama menjalani layanan jemput bola di Kecamatan Sepaku, ada beberapa kendala. Lantaran belum adanya publikasi kepada  kemasyarakat setempat terkait jadwal yang sudah dikirimkan juga persoalan tidak adanya jaringan internet.

“Bahkan ada  masyarakat yang belum tahu terkait layanan Jebol Disdikcapil dikarenakan kurangnya informasi dari Kelurahan dan Desa setempat. Terkait jaringan internet proses pelayanan agak terhambat, jadi tidak bisa selesai sehari. Seharusnya segala jenis pelayanan bisa selesai sehari langsung. sedangkan untuk kendala lain, tidak ada,” beber Suyanto.

Dikatakan Suyanto, sebelum pemberlakuan pelayanan sistem Jebol, Disdukcapil sudah menerapkan pelayanan melalui aplikasi Go PPU yang sudah tersedia di Play Store, hanya saja layanan Go PPU tidak bisa mencetak KTP dan KIA.

“Layanan Jebol ini seperti pelayanan Disdukcapil berjalan, pasalnya tidak ada yang ditolak jika ingin mengurus terkait kependudukan,” tambahnya.

Suyanto membeberkan tujuan layanan jemput bola itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam pelayanan kependudukan. Ketimbang datang ke Kantor Disdukcapil yang jaraknya jauh, mereka cukup datang ke kantor Kelurahan atau Desa untuk mengurus administrasi kependudukan.

“Semua pelayanan bisa dilakukan langsung, mulai akte kelahiran, akte kematian, pindah-datang, pencetakan KTP, KIA serta 23 elemen lainnya,” pungkas Suyanto. (advertorial/diskominfoppu).

Tim Liputan Harian PPU

Beri Komentar