Safari Ramadhan Kembali digelar di Desa Babulu Laut

0
55

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Bupati Panajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dan Wakil Bupati PPU Hamdam beserta jajaran, kembali melanjutkan rangkaian safari ramadan di Masjid Nurul Iman Desa Babulu Laut Kecamatan Babulu, Senin (03/05/2021), kegiatan tersebut tentu mengutamakan protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Bupati PPU AGM dalam sambutannya mengatakan, terimakasih sebesar-besarnya pada pelaksanaan safari ramadan dengan buka bersama serta tarawih berjamaah di Masjid Nurul Iman ini, masyarakat yang hadir sudah menjalankan prokes yang sudah dianjurkan Pemerintah dengan baik. Tentu masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten PPU, terutama infrastruktur masalah air PDAM diwilayah sini juga menjadi kendala.

” Saya juga berterimakasih kepada dinas terkait pada PUPR Kabupaten PPU, Bapak Camat Babulu, Bapak Kepala Desa yang juga peduli dan membantu memperjuangkan bagaimana infrastruktur ini bisa terwujud di Babulu Laut ini. Tapi insya Allah Pemerintah Kabupaten PPU akan memberikan solusinya. Kami menunggu doa dari bapak dan ibu mendoakan kami agar selalu diberi kekuatan dan para pejabatnya juga diberi kesehatan, “ujar AGM.

AGM pun mengingatkan, dimasa pandemi saat ini juga selaku ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten PPU mengingatkan kembali kepada masyarakat di Benuo Taka ini. Bahwa Covid-19 ini benar-benar ada. Tapi tidak usah takut karena selalu menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Mari kita ikhtiar mengikuti anjuran prokes yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah melalui Satgas Penganan Covid-19.

” Bulan penuh rahmat dan berkah ini semoga kita beserta seluruh penduduk di Benuo Taka mendapat malam lailatul qadar, dimana dengan ijinnya Allah SWT memberkahi kabupaten kita, memberkahi semua teman-teman kita, anak-anak kita dan bisa membawa negara ini yang kita tahu bahwa Presiden Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa Penajam Paser Utara insya Allah akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN),” jelas AGM.

Dikatakan AGM, kedepan Kabupaten PPU ini bisa membawa Indonesia yang maju, modern dan religius, jika kedepan sudah menjadi IKN maka Babulu harus siap menjadi industri pangan Indonesia. Karena Babulu tempat lumbung padi Kalimantan, jadi kedepannya Pemerintah juga akan lebih prioritaskan dibidang pertanian.

” Kami memohon doa tentunya juga dalam masa jabatan saya dengan Bapak Wakil banyak kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami juga memohon doa dari bapak ibu sekalian semoga Pemerintah kita terus dalam amanah dan terus dalam keberkahan Allah SWT, ” harap AGM.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten PPU Juhdi Panani, saat memberikan tausiyahnya menceritakan lailatul qadar merupakan peristiwa penting yang terjadi diantara sepuluh hari terakhir bulan ramadan. Malam lailatul qadar memiliki keistimewaan dari malam-malam lainnya karena Allah memberikan banyak kebaikan di waktu tersebut.

” Diakhir sepuluh ramadan Nabi SAW bersungguh-sungguh ibadah kepada Allah SWT, sebab Nabi SAW kepingin mendapatkan yaitu malam lailatul qadar ,”ucap Juhdi.

Jauh lebih dalam Juhdi menjelaskan, adapun keutamaan lailatul qadar diantaranya seperti beribadah pada malam tersebut nilainya lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan lain karena tidak ada lailatul qadarnya. Di malam tersebut, para malaikat turun ke bumi dan mencurahkan banyak kebaikan kepada semua makhluk Allah. Jumlah malaikat yang turun pun sangat banyak hingga melebihi jumlah kerikil di bumi. Dimalam lailatul qadar, keselamatan akan selalu mengiringi umatnya hinga fajar pun tiba.

” Untuk mengisi sepuluh malam terakhir bulan Ramadan sekaligus untuk mendapatkan keutamaan dari malam lailatul qadar ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan, yang pertama adalah membaca Al-Quran sembari beritikaf di masjid. Itikaf itu sendiri adalah momen di mana kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah di masjid ,” terangnya.

Tambahnya, amalan yang kedua adalah melakukan sholat malam, setelah sholat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan sholat malam. Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat.

” Amalan selanjutnya adalah memperbanyak doa agar mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadar. Jadi di sepuluh malam terakhir bulan ramadan kita harus istiqomah dalam menjalankan ibadah dan amalan-amalan sunnah sembari berharap bisa mendapatkan keutamaan dari malam lailatul qadar ,” pungkasnya.*(advertorial/diskominfoppu)

Beri Komentar