Tak Jelas, DPD KNPI PPU Pertanyakan Penyerobotan Lahan Depan Pemkab

0
630

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta agar pemerintah beserta aparat yang berwenang memberi perhatian dan menuntaskan kasus mafia tanah yang ada di Banua Taka.

Terkait dengan Hal tersebut, Ketua DPD KNPI PPU, Sulthan menyatakan bahwa penunjukan Ibu Kota Negara (IKN) di PPU memberi dampak kerawanan sosial dalam hal pertanahan.

Seperti halnya sengketa lahan ataupun penyerobotan lahan, karena itu aparat mesti memberi perhatian lebih dan menuntaskan kasus-kasus yang sedang berjalan.

“Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah penyerobotan lahan milik pemerintah daerah yang ada di depan Kantor Bupati. Penyerobotan lahan tersebut, sejak tahun 2020 lalu sudah dilaporkan, tapi hingga kini belum ada keberlanjutan dan titik terang, mengenai aktor pelaku serta pihak yang terlibat,” kata Sulthan, Jum’at (30/02021).

“Kami ingin tahu sejauh mana proses hukum dari kasus penyerobotan lahan tersebut. Jangan terkesan jalan di tempat dan tidak ada progres dari proses yang berjalan. Bahkan bila ditemukan unsur-unsur tindak pidana, segera diproses,” lanjutnya.

Selain itu Sulthan berharap, persoalan terkait dengan pertanahan dapat dituntaska. Dan bila ada mafia-mafia yang bermain agar ditindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku. Jangan sampai hal-hal seperti ini dibiarkan.

“Sebegai salah satu upaya menyambut pemindahan IKN. Konflik agraria dan mafia tanah kadangkala menjadi benih-benih konflik sosial. Maka, aparat harus memberikan perhatian khusus menuntaskan mafia tanah,”tegas Alumni Taplai Lemhannas RI tersebut.*

Editor : Riadi Saputra

Beri Komentar