Muliadi Dukung Pemotongan Zakat Langsung dari Gaji & Insentif ASN PPU

0
488

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sangat mendukung kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten PPU, sekaligus menanggapi apa yang disampaikan Kepala Kementerian Agama PPU, Maslekhan, dimana pihaknya meminta pengumpulan dana zakat yang selama ini masih seputar gaji agar ditingkatkan pada penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti insentif dan sebagainya, ini masih patut jika ditambah lagi dengan menghimpun dana dari sejumlah sector lainnya.

Hal ini disampaikan Plt. Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten PPU Muliadi saat penyerahan secara simbolis santunan Basnaz kepada para mustahik, berlangsung di halaman Kantor Baznas Kabupaten PPU, Kamis (29/4).

“Kalau bisa Gaji dan insentif dipotong sebesar 2,5 persen di keluarkan sebagai zakat, jika memang dibutuhkan semua perusahaan pun harus diundang dan diminta menyusul seperti yang dilakukan instansi Pemerintah dalam hal mengeluarkan zakatnya,” ujar Muliadi.

Untuk menggali pendapatan zakat muliadi sangat merekomendasikan juga dari setiap retribusi penyeberangan dari setiap tiket dapat dipungut minimal Rp 1000 dan seterusnya untuk meningkatkan perolehan zakat ini. keperuntukankan sudah jelas akan disalurkan kepada Mustahik atau golongan tidak mampu.

Muliadi juga sangat berharap dari mustahik menjadi muzakki dengan kata lain dari penerima manfaat zakat sebaliknya menjadi orang yang mampu mengeluarkan zakat.

Selain itu, Ketua Umum Baznas Kabupaten PPU H Solihin Sofyan juga mengaharapkan support dan dukungan dari pemerintah Kabupaten PPU, agar Baznas ada anggaran dari APBD atau dari Pemerintah Kabupaten sebagai dukungan kepada Baznas yang mana dana itu nantinya dipergunakan bagi operasional anggota Badan Amil karena selama ini operasional diambilkan dari dana mustahik. Jika ada bantuan operasional dari pemerintah tentu seluruh dana muzakki dapat disalurkan secara maksimal kepada mustahik atau penerima manfaat.

“Selama ini baznas berjalan masih terbilang minim anggaran operasioanl, akan tetapi bila ada dukungan operasional dari APBD atau Pemerintah Kabupaten insya Allah kegiatan penghimpunan dana lebih giat lagi sehingga upaya membantu rakyat miskin dan golongan tak mampu akan semakin nyata, karena Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural apalagi yang mengeluarkan SK bagi Anggota Amil adalah bupati, jadi relevan sekali jika operasionalnya diperoleh juga dari Pemerintah,” ungkap Solihin Sofyan.

Ia juga merincikan penyaluran untuk Paket Ceria Ramadhan tahun ini sebesar Rp 1,17 miliar. Penyaluran Triwulan Pertama sebesar Rp 600 Juta, sudah masuk bantuan Banjir Kalsel dan Longsor di Sulbar sebanyak Rp 163 juta. Bahkan termasuk bantuan untuk banjir bandang di NTT yang di disalurkan hingga April ini berjumlah Rp 1,8 milliar, sementara pemasukan per April Rp 1,6 milliar, karena masih ada saldo tahun lalu sebagai cadangan agar penyaluran pada tahun ini dapat memenuhi keperluan, karena puncak penyaluran berada pada Ramadhan.

“Target 2020 Rp 4,4 miliar, Alhamdulillah capaian penghipunan dana dapat mencapai Rp 4,5 Miliar, sehingga grafiknya ada kenaikan Rp 50 hingga Rp100 juta pertahun. Untuk jumlah penerima manfaat yang disalurkan ke Fakir miskin 4.023 orang mustahik, fisabilillah 1.523 orang, Badan Amil 58 orang, Muallaf 50 orang, jadi jumlah mustahik sebanyak 5.654 orang. keseluruhan telah dikeluarhan sebesar Rp1,2 milliar, informasi tambahan untuk paket lebaran tahun ini masing masing bernilai Rp 250 ribu perpaket,” pungkasnya. (advertorial/diskominfoppu)

Sumber : Humas 8

Editor    : Riadi Saputra

Beri Komentar