Sambut HKB, BPBD PPU Gelar Persiapan Mitigasi

0
64

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser (PPU) gelar persiapan mitigasi. Serentak dengan berbagai daerah lainnya, Senin (26/4/2021) kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Marjani secara tegas mengatakan pencegahan dan mitigasi merupakan hal yang terpenting dalam penaggulangan bencana.

“Sebuah ruh yang mengubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif dan cepat bertindak menjadi preventif dan antisipatif,” ucapnya di Gedung Graha Pemuda, tempat apel digelar.

Berbagai simulasi pencegahan dilakukan dalam kegiatan tersebut. Khusus terhadap bencana alam yang menjadi langganan terjadi di Benuo Taka. Yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan banjir.

Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada personel, pun kepada masyarakat. Maka itu acara ini juga melibatkan berbagai komponen masyarakat. Mulai dari TNI-Polri dan para relawan ditiap kecamatan.

“Termasuk masyarakat, juga sasarannya kepada masyarakat di wilayah rawan bencana. Tapi kami juga tidak boleh lengah. Karena secara umum juga bisa terdampak,” jelasnya.

Kesiapsiagaan bencana, sambungnya, perlu dibangun di wilayah manapun. Karena suatu wilayah itu tidak bisa dikatakan aman. Karena bencana alam tidak bisa diprediksi. Bahkan bencana sosial dan kesehatan, masih ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi.

Oleh karena itu, dalam berbagai macam kesempatan, penanggulangan bencana ini selalu disampaikan. Begitupun pelatihan mandiri, termasuk evakuasi senantiasa disosialisasikan dan dilaksanakan.

“Saya melihat, di PPU ini dalam mengahadapi bencana sudah baik koordinasi dan pelaksanaannya. Bencana alam maupun bencana sosial, termasuk kesehatan dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Hanya saja, itu tetap perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Dalam kesempatan tersebut, Marjani juga menjelaskan langkah-langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Meliputi:

– Kenali ancaman bencana di sekitar.
– Mengurangi risiko bencana sesuai dengan kemampuan.
– Menentukan tempat evakuasi apabila bencana terjadi.
– Bersama-sama melakukan simulasi bencana dan latihan evakuasi.

Untuk diketahui, HKB merupakan sebuah agenda tahunan. Sejak diundangkannya UU 24 tahun 2007 tetang penanggulangan bencana. Serta operasionalnya Perpu 21 tahun 2008. Tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah.(advertorial/diskominfoppu)

Editor : Hamaruddin

Beri Komentar