Hamdam: Meski Air Melimpah, Pendistribusiannya Masih Jadi Kendala

0
109

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal memberikan dampak signifikan bagi daerah. Juga akan meningkatkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan air bersih.

Secara umum, sumber air baku di Kabupaten PPU mencukupi. Kendati belum didukung oleh ketersediaan infrastruktur penunjang, seperti jaringan perpipaan. Belum optimalnya pembangunan jaringan pipa air bersih disebabkan besarnya biaya.

Khusus wilayah IKN, kebutuhan air bersih bakal di supply oleh Bendungan Sepaku Semoi. Saat ini prosesnya masih dalam tahap pembangunan.

Wakil Bupati PPU, Hamdam menyebut proses pendistribusian air bersih ke masyarakat menjadi persoalan. Terlebih, bagi wilayah di luar Kecamatan Penajam. Jangkauan distribusi air bagi masyarakat yang tinggal jauh dari wilayah Kecamatan Penajam, masih jadi kendala.

“Masalah kita itu sebenarnya bukan di sumber air baku. Tetapi lebih kepada bagaimana pendistribusiannya itu sampai ke masyarakat yang berada di wilayah wilayah terpencil,” kata Hamdam, Senin (19/4/2021) kemarin.

Dijelaskan Hamdam, masalah distribusi diatasi dengan optimalisasi dan pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA). Mengingat, kantong-kantong yang menjadi sumber air baku cukup banyak.

Selain itu, pengelolaan air bersih oleh Perumda Danum Taka juga semakin meningkat. Seperti peningkatan kapasitas produksi produksi air bersih dari 150 menjadi 200 liter per detik. Kebutuhan air bersih masyarakat sedikit tercukupi dengan adanya program bantuan dari provinsi.

“Kebutuhan masyarakat akan air bersih dibantu oleh Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pasmimas dari pemerintah provinsi Kaltim,” pungkasnya. (advertorial/diskominfoppu)*

Editor : Hamaruddin

 

Beri Komentar