Cabai, Ayam Potong dan Ikan Layang Pemicu Kenaikan Inflasi di PPU

0
407

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU Ahmad Usman mengungkapkan bahwa ada tiga komoditi pangan yang mempengaruhi inflasi di PPU. Meliputi cabai, ayam potong dan ikan layang.

“Cabai, ayam potong dan ikan layang komoditi pangan jadi pemicu kenaikan inflasi. Angka inflasi PPU sendiri mengacu dari  tingkat inflasi yang ada di Kota Balikpapan,” kata Ahmad Usman usai mengikuti rapat koordinasi tingkat tinggi (High Level Meeting) yang dipimpin Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) yakni Bupati H Abdul Gafur Mas’ud bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo di Balai Kabupaten, Rabu (14/4/2021).

Lanjut Ahman Usman mengatakan, minimnya pasokan menjadi penyebab harga cabai di PPU melambung tinggi. Bahkan, 1 kilogram (Kg) harganya setara daging sapi yakni Rp130 ribu. “Dan PPU masih bergantung pasokan cabai dari Pulau Jawa. Jadi ketika pasokannya berkurang maka harga di sini akan naik drastis,” ulasnya.

Sedangkan untuk komoditi ayam potong, Ahmad Usman menambahkan, yang juga jadi penyumbang inflasi, disebabkan rantai distribusi. Sekali pun produksinya di PPU, namun harga jualnya ditetapkan berdasarkan harga jual di Kota Balikpapan. Hal itu dikarenakan pemilik dan proses pemotongan dilakukan di Kota Minyak, Balikpapan.

Sedangkan ikan layang tambah Ahmad Usman dipengaruhi akibat kondisi cuaca sehingga hasil tangkapan nelayan tidak sebanding dengan kebutuhan dipasaran dan nelayan jarang pergi ke laut akibat cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

“Upaya yang kami lakukan menginstruksikan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, Red) bahkan sampai masyarakat tingkat desa dan kelurahan ada kegiatan tanam menanam terutama cabai,” lanjutnya.

Selain itu Program Pangan Lestari sebagai upaya masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Sehingga dapat menstabilkan harga sembako sampai menekan angka inflasi. Pangan Lestari sebagai program berkelanjutan dengan meningkatkan kesadaran pemenuhan sejumlah komoditi pangan di tingkat warga.

“Kalau tidak menyetok sendiri otomatis harganya akan fluktuatif dan bisa memicu inflasi,” pungkasnya. (advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

Beri Komentar