Hadir di HUT PGRI Surodal Sampaikan Soal MEA

0
87

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- PGRI lahir disertai berbagi dinamika organisasi profesi yang semuanya itu menjadi bagian dari PGRI. PGRI juga terlahir dan berkembang dari berbagai instrumen organisasi yang mengikat. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga adalah pokok dasar haluan jalannya satu organisasi. Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Setkab Penajam Paser Utara (PPU) Surodal Santoso saat membacakan Sambutan Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud pada Konferensi Kerja ke-I PGRI Kabupaten PPU masa bhakti 2021-2025, berlangsung di Aula lantai 1 Kantor Bupati, Senin (12/4).

“Hingga kini PGRI telah menjelma menjadi satu organisasi profesi terbesar di Indonesia yang sangat konsen dan peduli akan nasib profesi seorang pendidik. Hingga saat ini banyak pihak berharap agar PGRI tetap berfungsi menyerupai awal berdirinya 76 tahun silam, yaitu dijadikan sebagai satu-satunya organisasi profesi guru indonesia yang menaungi dan berjuang bagi para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan

“Tema Konferensi Kerja Kabupaten Tahun 2021 adalah, “kreativitas dan dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju dan Sukses Tuan Rumah Porseni PGRI Provinsi Kalimantan Timur” Tema ini memperlihatkan bahwa PGRI harus selalu membangun kekuatan dan kebersamaan untuk menumbuhkan semangat berkreativitas dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, untuk mewujudkan dedikasi guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

PGRI menyadari, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa persatuan. Tidak ada persatuan tanpa berhimpun dan berserikat secara profesional untuk kepentingan pembangunan bangsa. Dari tema ini juga tergambar bahwa PGRI harus dan telah siap menyongsong amanah yang diberikan oleh pengurus provinsi Kalimantan Timur untuk menjadi Tuan rumah HUT PGRI Ke-76 dan HGN tahun 2021 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten PPU sebagai calon Ibukota Negara.

Dipenghunjung tahun 2020 para pemimpin negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk memberlakukan suatu komunitas yang disebut dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean akan membentuk suatu tantangan bagi bangsa-bangsa di daerah ASEAN. Sebagai konsekuensi pemberlakuan MEA, maka akan terjadi arus bebas pasar tenaga kerja, barang, jasa, modal, dan investasi di antara negara-negara ASEAN.

Kondisi ini lanjut dia akan menjadi peluang dan sekaligus tantangan yang harus di hadapi oleh segenap bangsa Indonesia, khususnya para guru anggota PGRI yang mempunyai kiprah sentral dalam membangun bangsa. PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan tiada hentinya berusaha meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. PGRI juga akan tetap mendorong dan bersama pemerintah meningkatkan kesejahteran guru dan tenaga kependidikan lainnya.

“Saya mengajak para guru, dosen, dan tenaga kependidikan mari mengamalkan jati diri PGRI, melakukan kode Etik Guru, dan selalu meningkatkan mutu profesionalisme dengan memperlihatkan pelayanan terbaik kepada penerima didik dan masyarakat. Kepada pemerintah dan masyarakat kami minta bantuannya untuk memperlihatkan kesempatan terbaik kepada para guru untuk melakukan kiprah profesionalnya,” ajak Surodal (advertorial/diskominfoppu)

Sumber : Humas 8

Editor    : Hamaruddin

Beri Komentar