Work Over 4 Gas Eks PT Vico, Rugikan PPU 80 Miliar

0
280

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pemerintah kabupaten Penajam Paser utara (PPU) sangat menyayangkan adanya Work Over 4 sumur gas Eks PT Vico Indonesia Company Kelurahan Lawe-Lawe yang di kerjakan perusahaan PT Suveryor Indonesia dan PT Tridiantar yang bekerja sama dengan PT Benuo Taka Wailawi, selaku anak perusahaan Perumda Benuo Taka.

Pasalnya adanya oknum tidak masuk dalam jajaran manajemen Perumda Benuo Taka, melakukan kegiatan tersebut  tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga merugikan negara.

“Semestinya oknum itu ada komunikasi dengan pemerintah daerah, karena PT Benuo Taka Wailawi merupakan anak perusahaan Perumda Benuo Taka, mereka hanya melakukan pemberitahuan kepada 2 Kelurahan, yakni Kelurahan Nipah-Nipah dan Kelurahan Lawe-Lawe,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten PPU Durajat,” Senin (22/3/2021).

Lanjut Durajat ulah oknum tersebut merugikan pemerintah daerah dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi dan pajak daerah hilang yang berkisar Rp 80 milliar.

“Kami dari jajaran pemerintah daerah merasa dilewati. Bayangkan jika masyarakat se-PPU mengetahui, betapa marahnya masyarakat kita karena kegiatan itu yang seharusnya memberikan PAD yang sangat besar untuk PPU sekitar Rp 80 milliar. Tapi realitanya tidak ada,” lanjutnya.

Dalam hal ini Durajat berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun SKK Migas yang memiliki wewenangan proyek tersebut untuk duduk bersama dengan pemerintah daerah karena kegiatan ini seharusnya kerjasama pemerintah daerah dengan SKK Migas.

“Sampai dengan saat ini kami belum ada komunikasi dengan SKK Migas, makanya, kita tidak tahu. Seandainya ada komunikasi dengan SKK Migas tentu tidak seperti saat ini,” terang Durajat.

Dibeberkan Durajat dengan adanya work over tersebut potensi kerugian negara sangat luar biasa. Pihaknya dalam waktu dekat akan mengatur jadwal untuk bertemu menajemn SKK Migas dan OPD terkait agar aset pemerintah daerah bisa diselamatkan.

“Mungkin anggapan SKK Migas PT Benuo Taka Wailawi itu wakil pemerintah daerah tetapi faktanya PT Benuo Taka Wailawi itu anak perusahaan dari Perumda Benuo Taka. Pesan dari Bupati PPU Abdul Gafur mas’ud (AGM) semua kegiatan di bawah perusahaan Perumda Benuo Taka harus diketahui induk perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu Humas SKK Migas Kalimantan- Sulawesi Faizal Abdi saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan, pihaknya masih mendalami penghentian worlk over sumur gas tersebut dan segara akan melakukan kemunikasi dengan pemeritah daerah.

“Saat ini kami masih mendalami hal tersebut. Kami juga memulai komunikasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Pemkab PPU menghentikan work over 4 sumur gas Eks PT Vico Indonesia Company Kelurahan Lawe-Lawe. Plt Sekretaris daerah kabupaten PPU Mulaidi saat dikonfirmasi , Kamis (18/3/2021) mengatakan ada 80 orang pekerja dari dua perusahaan PT Suveryor Indonesia dan PT Tridiantara melakukan pengerjaan penggantian pipa gas.

Kedua perusahaan bekerja sama dengan PT Benuo Taka Wailawi, selaku anak perusahaan Perumda Benuo Taka dan nama anak perusahaan Perumda Benuo Taka tersebut dicatut oleh oknum pegawai Perumda Benuo Taka yang sudah tidak bekerja lagi dan tidak masuk dalam jajaran manajemen. Dokumen proyek, proses pengerjaan pipa gas mereka lakukan Desember 2020

“Ada oknum mantan pegawai Perumda sudah dipecat dan tidak masuk dalam jajaran manajemen. Dokumen proyek, proses pengerjaan pipa gas mereka lakukan Desember 2020,” kata Muladi.

Dijelaskan Muliadi proses pemeriksaan dokumen saat dilakukan inspeksi IR menjabat sebagai General Manager (GM) di PT Benuo Taka Wailawi, tetapi faktanya  aktivitas pengerjaan juga tidak diketahui oleh Perumda Benuo Taka.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

 

Beri Komentar