2023, AGM Optimisitis 23 Desa Bisa Mandiri

0
597

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pasca suksesnya 3 Desa, menjadi Desa Mandiri tahun 2020 lalu, melalui program Pendamping Teknis Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) kian Optimistis kedepan Pro-P2KPM dapat melewati target, dimana Pro-P2KPM merupakan program diluar dinas yang bersinergi dengan Dinas yang ada di Kabupaten PPU. Pro-P2KPM berhasil mengumpulkan data dan potensi desa untuk pengembangan ekonomi untuk menciptakan desa mandiri.

“Upaya yang kami lakukan untuk menciptakan desa mandiri hampir sama dengan program Kampung Tangguh Nusantara. Jadi percepatan pembangunan itu dimulai dari Desa/Kelurahan ke Kabupaten,” kata AGM, Rabu (3/3/2021) usai membuka Kampung Tangguh Nusantara di Jalan Gelinggang, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru.

Lanjut AGM dengan adanya program Pro-P2KPM Desa yang dulunya tertinggal bisa menjadi Desa Mandiri (Desa Maju), dan AGM mengaku optimis di tahun 2023 mendatang Desa di PPU yang ditargetkan awal 15 Desa Mandiri tetapi bisa menjadi 23 Desa Mandiri.

“Alhmdulillah yang dulu desa kita tertinggal dalam satu tahun Desa kita bisa menjadi Desa Maju, Saya sangat optimis 2023 kalau bisa jangan 15 saja tetapi naik-naik ke 23 Desa di PPU menjadi Desa Mandiri,” terang AGM.

Selain itu AGM berharap, Kepala Desa maupun aparat Desa dengan anggaran yang cukup besar diperoleh tiap-tiap Desa dari 30 Desa yang ada, agar memprioritaskan pembangunan untuk Infraksturktur Jalan dan Penerangan Jalan.

“Pesan saya untuk Kepala Desa maupun aparat Desa untuk menjaga anggaranya yang meningkat. yang dibangun itu gak usah macam-macam, cukup jalan  sama lampu dulu. Ketika jalan itu bagus maka pembagunan lainya baru dilaksanakan,” pungkasnya.

Dan untuk diketahui diberitaan yang sebelumnya untuk menciptakan desa mandiri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 1.192 orang masyarakat pada 2020.

Sekretaris DPMD Kabupaten PPU Usep Supriatna saat ditemui dikonfirmasi diruang kerjanya Selasa (2/3/2021) mengatakan bahwa pihanya bakal terus meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan kerja. Pelatihan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi, peningkatan produktifitas, kualitas dan mendukung keunggulan di setiap desa.

“Melalui program pembangunan dan pemberdayaan kelurahan dan pedesaan mandiri pada 2020 telah melakukan berbagai macam pelatihan keterampilan kepada masyarakat desa,” kata Usep.

Dibeberkan Usep, sepanjang tahun 2020 sebanyak 1.192 warga yang tersebar di 30 desa telah dapatkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, serta untuk menyongsong kebutuhan Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Lanjut Usep pelatihan keterampilan tersebut selain untuk membangun atau menciptakan desa mandiri, serta proses percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa bersinergi menyambut pindahnya ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur.

“Untuk pengembangan usaha dari pelatihan keterampilan itu perlu pola pemberdayaan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai pengembangan usaha ekonomi produktif di 30 desa yang ada di Kabupaten PPU,” lanjutnya.

Adapun jenis pelatihan keterampilan dibeberkan Usep didanai dari bantuan keuangan khusus untuk peningkatan kapasitas individu atau kelompok ekonomi produktif tersebut yang disahkan kepala desa.

“DPMD PPU diberi target oleh kepala daerah untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada 8.000 orang masyarakat yang tersebar di 30 desa sampai 2023 dan desa mandiri yang sekarang berjumlah 3 desa akan menjadi 15 desa di tahun 2023,” tambahnya.

“Saat ini difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) dan sedang diupayakan supaya BUMDes juga bisa menjadi pangkalan elpiji bersubsidi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta menekan penyelewengan distribusi elpiji bersubsidi tabung ukuran 3 Kg.

Selain itu Usep menambahkan pihaknya akan membangun pola kolaborasi dengan akademisi, bisnis, komunitas, media dan pemerintah. Dengan terbangunnya kolaborasi kami yakin program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lebih mudah dilakukan.

“Kami juga akan menjalankan program sarjana membangun desa melalui bantuan keuangan khusus kepada pemerintahan desa dengan memberikan beasiswa kepad  lima orang mahasiswa di setiap desa,” pungkasnya (advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

Beri Komentar