Cacat Fisik Karena Penyakit atau Cidera, berikut Solusinya

0
454
Klinik BL Physiotheraphy

HARIANPPU.ONLINE,BALIKPAPAN- Minimnya pengetahuan terhadap penangan ganguan fisik pada tubuh akibat cidera atau penyakit, memang kerap menjadi persoalan yang dianggap sepele. Namun realitanya hal tersebut sangatlah menganggu, bahkan dapat membuat orang yang mengalami cacat menjadi merasa terkucilkan lantaran gangguan fisik yang dialami.

Namun ditengah perkembangan ilmu kesehatan adanya Fisioterapi menjadi salah satu solusinya. Fisioterapi sendiri adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian pencegahan, diagnosis, serta penanganan untuk menangani gangguan fisik pada tubuh akibat cedera atau penyakit.

Salah satu pemilik Klinik Fisioterapi yang bernama BL Fisioterapi yang terletak di Jln 21 Januari Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Muhammad Fitriansyah, S.Ftr,Ftr yang dijumpai Harian PPU, Senin (1//3/2021), mengatakan Fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia, misalnya untuk mengobati sakit punggung, persiapan olahraga, hingga persiapan persalinan.

“Salah satu tujuan dari dilakukannya fisioterapi mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, maka fisioterapi dapat diprioritaskan untuk mengurangi dampaknya,” ujarnya.

Lanjut pria lulusan Sarjana Fisioterapi dengan predikat Cum Laude di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Ini, membeberkan untuk klinik fisioterapi sendiri di Kota Balikpapan ada 3 klinik dan salah satunya BL Physiotheraphy dan ketiga klinik tersebut mempunyai standart dengan baik.

“Untuk Klinik BL Physiotheraphy dibuka hari Senin – Sabtu dari pukul 09.00 – 20.00 Wita,” terangnya.

Muhammad Fitriansyah juga sedikit bercerita terkait pengalaman yang ia miliki, dimana semasa ia berkuliah di UNISA, sebagai alumni S1 dan Profesi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah, dirinya merasa bangga karena selama studi di UNISA ia juga sempat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti student exchange di Tokushima University Jepang saat semester 2

Tak hanya itu dirinya juga sempat mengikuti Internship di Mahidol University Thailand saat praktek profesi Fisioterapi.

Selain itu, Tambah Awal sapaan akrab Muhammad Fitriansyah, metode pembelajaran yang diterapkan UNISA menggunakan sistem PBL, yaitu mahasiswa memperdalami suatu materi dengan 3 tahapan, yakni presentasi dosen, diskusi kelompok dan praktek, sehingga mahasiswa dapat mudah memahami dan menerapkannya di lahan rumah sakit atau klinik saat bekerja .

“Untuk calon mahasiswa Fisioterapi maupun yang sedang menepuh pendidikan Fisioterapi, jangan pernah lelah untuk selalu belajar dan meningkatkan skill karena “Practice makes us right, repetitions make us perfect and don’t be afraid to move, because the distance of 1000 miles starts by a single step,” ungkapnya.

Lanjut Awal fungsi fisioterapi Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang hidup pasien.

“Fisioterapi merupakan proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik akibat cedera atau penyakit. Terapi ini dilakukan melalui serangkaian tindakan pencegahan, diagnosis, dan penanganan untuk mengatasi gangguan fisik,” bebernya.

Dikatakanya fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia, misalnya untuk mengobati sakit punggung hingga persiapan olahraga dan persalinan. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang hidup pasien.

“Tindakan fisioterapi bisa dilakukan dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis), pelatihan fungsi, dan komunikasi. Tujuan dari dilakukannya fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, maka fisioterapi dapat diprioritaskan untuk mengurangi dampaknya,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

Beri Komentar