Plt Sekda Buka MTQ Ke-XVI Tingkat Kabupaten PPU Secara Sederhana

0
343

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Digelar secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVI tahun 2021 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dibuka Plt Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Muliadi., Senin (22/2/2021) di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas, Jln Provinsi Km 09 Nipah-Nipah.

Adapun peserta yang akan berebut gelar sebanyak 156 orang dari empat kecamatan. Berlangsung hingga 24 Februari 2021 mendatang.

“Pelaksaan MTQ diharapkan semakin berkualitas dan mengalami peningkatan dalam semua aspeknya. Terutama LPTQ sebagai lembaga yang berkompeten dalam pengembangan kegiatan Tilawatil Quran, bahwa kualitas perhakiman, sistem penilaian dan pelaksanaan MTQ harus makin baik dari waktu ke waktu,” kata Muliadi dalam sambutannya saat membuka acara.

Diharapkan Muliadi LPTQ mampu menggali potensinya, mulai dari tingkat kecamatan yang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama dan Lembaga Keagamaan yang ada di kecamatan.

“Saya yakin seluruh kecamatan yang ada di kabupaten ini memiliki potensi yang sama dalam hal kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan masyarakat Kabupaten PPU yang Maju, Modern dan Religius dalam kehidupan yang damai, berkeadilan dan sejahtera,” lanjutnya.

MTQ merupakan kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan dan melekat dalam kultur masyarakat dan bangsa Indonesia. Namun Muliadi mengingatkan, tradisi tahunan ini sarat pesan dakwah Islam. MTQ juga jadi sarana evaluasi namun bukan tujuan akhir.

Adapun tujuan lebih penting yang sebenarnya ingin dicapai dengan pelaksanaan MTQ, lanjut dia menerangkan, selain memberikan yang terbaik bagi daerah, yaitu peningkatan minat generasi muda dalam membaca Alquran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya Alquran dalam upaya membangun mental spiritual masyarakat sesuai dengan tema MTQ tahun ini. Yakni Melalui MTQ XVI Kita Bangun Generasi Qur’ani yang Maju, Modern dan Religius.

Melalui momentum pelaksanaan MTQ ini, Muliadi menambahkan bahwa sungguh keliru apabila pelaksanaan MTQ hanya dipahami dari sisi kegiatan syi’ar keagamaan. Tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya. Pemahaman dan kesadaran inilah, yang perlu dibangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat. MTQ tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial semata, tetapi mampu menjadi momentum strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan perilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Qur’ani.

“Saya percaya kegiatan ini dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan persatuan serta kesatuan antar umat beragama karena mempertemukan masyarakat dari empat kecamatan di PPU. Oleh karena itu, saya berharap MTQ ini dapat dijadikan wahana membentengi umat Islam PPU dari gerakan radikal yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Mari terus tanamkan nilai-nilai suci Alquran kepada masyarakat dan generasi muda lewat kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan di lingkungan masing-masing. Buktikan bahwa Islam itu Rahmatan Lil Alamin, menjadi rahmat dan pembawa kedamaian bagi semesta alam, dengan sikap-sikap yang santun, cinta damai, ramah dan toleran dengan sesama,” bebernya.

Ia juga berharap, keikutsertaan saudara-saudara dalam MTQ kali ini, dapat membawa manfaat dan maslahat tidak hanya bagi pribadi saja, tetapi juga masyarakat luas yang ada di PPU,” pungkasnya.(advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here