Lukas : Jangan Mudah Percaya Hoax Soal Covid-19, Ingat Dampak Buruknya

0
691

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Perkembangan informasi kasus Covid-19 di Penajam Paser Utara (PPU) selalu menjadi perhatian. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan berita bohong atau hoax terkait kasus tersebut.

Direktur Rumah Sakit Umur Daerah Ratu Aji Putri Butong (RSUD-RAPB) Kabupaten PPU dr Lukasiawan Eddy Saputro, Senin (22/2/2021) mengatakan hingga hari ini total yang dirawat di RSUD-RAPB sebanyak 48 pasien.

“Terkonfirmasi positif Covid-19 12 orang dan suspek 36. Saya imbau masyarakat jangan mudah percaya dengan berita bohong atau hoax juga berita yang salah,” kata Lukas.

Dijelaskan Lukas, masyarakat sepatutnya tidak menelan mentah-mentah informasi yang salah terkait Covid-19 karena akan menjadi stigma yang buruk. Oleh karena pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 Kabupaten PPU bersama dengan jaringan tingkat RT, lurah atau kepala desa, camat bersinergi untuk mengedukasi masyarakat tentang virus Covid-19.

“Jadi tidak ada lagi anggapan masyarakat dan bertanya-tanya bahwa Covid-19 itu ada apa tidak, konspirasi atau tidak karena sudah 1 juta lebih penduduk Indonesia tenkonfirmasi Covid-19,” lanjutnya.

Lukas menambahkan, jika masyarakat tidak percaya adanya Covid-19 dan informasi hoax tentang Covid-19 tersebar luas tentu akan merugikan masyarakat. Padahal penderita sakit butuh pelayanan secepatnya. Tapi akibat ketakutan, tidak mau berobat ke rumah sakit.

“Tentu itu salah. Untuk mengatakan orang itu terkena Covid-19 butuh pemeriksaan, bukan tiba-tiba masuk langsung dikatakan Covid-19. Selain ada gejala klinis, diteruskan dengan pemeriksaan penunjang yaitu foto rontgen dan diagnosa swab PCR . Jadi tidak semudah itu orang bisa dikatakan terkena Covid-19. Swab PCR itu yang menentukan bukan kami di rumah sakit tetapi hasil Lab Klinik di Samarinda jadi tidak bisa kami mengatur hasilnya positif atau negatif,” bebernya.

Harapan Lukas dengan melihat pandemi Covid-19 yang sudah menjadikan PPU zona merah, masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada dan tidak mudah terpercaya dengan informasi Covid-19 yang tidak benar sumbernya.

“Masyarakat harus percaya bahwa Covid-19 itu betul-betul ada dan penanganannya akan berhasil jika ada sinergisitas antara masyarakat dan petugas pelayanan. Jika mendapatkan informasi terkait Covid-19 dari media sosial harus dikonfirmasi dengan petugas berwenang untuk mengetahui kebenarannya. Bisa melalui Puskesmas yang terdekat di wilayahnya,” pungkas Lukas.(advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here