Pemkab PPU Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Karhutla

0
62

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gelar apel pasukan dan peralatan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI dan Polri, pelaku usaha perkebunan, kehutanan, pertambangan serta Forkomimda Jumat (19/2/2021) di halaman kantor Bupati PPU.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Muliadi dalam kegiatan apel menyampaikan kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kekuatan dari setiap regu PKHL, pelaku usaha kehutanan, perkebunan dan pertambangan di PPU. Sekaligus saling mempererat rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap tahunnya.

“Apel ini menjadi bagian dari tekad dan spirit semua pihak untuk semakin meningkatkan kebersamaan dan kegotongroyongan serta kesiapan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, saya berharap, pemerintah maupun elemen-elemen masyarakat, termasuk saudara-saudara yang tinggal di sekitar hutan, agar saling kompak, merapatkan barisan dan bahu membahu sekuat tenaga mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Muliadi salam sambutannya.

Lanjut Muliadi menerangkan bahwa tugas tersebut tidak ringan apabila melihat luasnya wilayah hutan dan lahan yang ada di Kabupaten PPU. Apalagi personel yang terkait langsung dengan pengamanan hutan sangat terbatas jumlah. Maka dari itu Muliadi berharap kebersamaan menjadi penting untuk terus ditumbuhkan dalam mengatasi setiap persoalan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Saya yakin, dengan kegotongroyongan dan kebersamaan yang terus dikembangkan, maka akan mampu mengamankan hutan, baik dari tindakan-tindakan pembalakan dan pencurian oleh orang-orang tidak bertanggungjawab, maupun dari kejadian kebakaran hutan,” lanjutnya.

Muliadi menegaskan perlu dipahami bersama kebakaran hutan dan lahan merupakan suatu kondisi yang merugikan semua pihak. Ekologis hutan jadi rusak, fungsi perlindungan keanekaragaman hayati menurun, nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah merosot, menyumbang terjadinya perubahan iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta kelancaran transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Bahkan gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia telah melintas batas negara seperti Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam.

“Melalui apel ini saya mengajak saudaraku semua untuk memperkuat kebersamaan antar stakeholders terkait dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di PPU. Sekaranglah saatnya kita satukan langkah sinergis untuk melestarikan hutan dari kerusakan akibat kebakaran atau tindakan merusak lainnya,” pungkasnya.(advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here