Bulog PPU Bakal Produksi Beras Untuk Mencegah Stunting

0
97

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Bulog Divisi Regional Kaltim dan Kaltara mendukung rencana pemerintah menciptakan SDM unggul melalui strategi percepatan pencegahan stunting (gagal pertumbuhan pada anak) dan program percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui penyediaan pangan yang sehat yaitu beras Fortivit alias bervitamin karena kandungan nutrisi lebih tinggi untuk mencegah stunting.

“Beras Fortivit dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program pemerintah sehingga dapat mengurangi serta menangani prevalensi stunting di Indonesia,” kata Kepala Bulog Divre Kaltim-Kaltara Arrahim K Kanam kepada harianppu.online usai memaparkan produk unggulan beras fortivit yang dikemas 1 Kg dihadapan Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Abdul gafur mas’ud (AGM) di gedung Bulog Desa Labangka Barat, Kacamatan Babulu Kabupaten PPU Rabu, (27/1/2021) lalu.

Dijelaskan Arrahim K Kanam, beras Fortivit yang akan disalurkan Bulog merupakan beras sehat yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn).

“Bulog ingin membangun kesepahaman tentang beras bervitamin untuk mendukung program pemerintah dalam intervensi gizi sensitif melalui peningkatan akses pangan bergizi. Bulog telah berinovasi dengan menyiapkan beras yang salah satunya dapat disalurkan kepada masyarakat untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, lanjut dia, produksi beras Fortivit di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Rencananya, akan diproduksi di Kaltim. Khususnya di Desa Labangka Barat.

“Harganya sekitar Rp17.500 hingga Rp20 ribu per kilo gram. Itu harga dari pusat, tergolong mahal sih, maka dari itu tahun 2021 ini kami berencana untuk produksi di sini agar harga jauh lebih murah,” pungkasnya.(advertorial/diskominfoppu)

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

Beri Komentar