DPRD PPU Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2021

0
291

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2021, Rabu (25/11/2020).

Sidang paripurna dipimpin lansung Ketua DPRD PPU Jhon Kenedi yang dihadiri Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Dalam kesempatan tersebut AGM sapaan akrab Abdul Gafur Mas’ud menyampaikan bahwa dalam penyusunan APBD 2021 agar memperhatikan beberapa hal diantaranya program Prioritas  RPJMD Periode 2018 – 2023 untuk tahun ketiga, Kebijakan Ekonomi Makro, Realisasi Program Kegiatan Tahun Anggaran berjalan dan Program  pencegahan dan pemberantasan COVID-19.

“Upaya-upaya untuk mewujudkan kondisi keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten PPU, melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta pengelolaan keuangan daerah yang fleksibel dan bijak,” terang AGM.

Dengan upaya pemenuhan pelayanan publik AGM menembahkan percepatan pencapaian prioritas pembangunan daerah, target pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan perlindungan sosial, termasuk dalam hal ini upaya pemulihan ekonomi yang terdampak akibat penyebaran Corona Virus Desease 2019 (covid-19) yang telah melanda Kabupaten PPU serta percepatan penurunan angka kemiskinan.

“RAPBD Kabupaten PPU 2021 diharapkan mampu menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat. Disamping itu, peran serta lembaga-lembaga pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara, seperti BPK, BPKP, dan Inspektorat diperlukan untuk terus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran daerah agar lebih efektif, effisien, transparan, akuntabel dan berdaya guna,” lanjutnya.

Selain itu AGM menambahkan ketergantungan pemerintah daerah terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat masih cukup besar yaitu dana perimbangan sebagai sumber pendapatan utama daerah.

Satu hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah bagaimana rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) makin meningkatkan kapasitas fiskal daerah, melalui intervensi belanja daerah yang berkontribusi pada peningkatan PAD.

“Untuk dapat dipahami, bahwa bagaimana belanja daerah, utamanya belanja operasi, bukan sekedar belanja, namun adalah investasi yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah, baik ekonomi yang berbasis pada usaha mikro kecil, menengah yang ada di masyarakat, maupun peningkatan ekonomi yang berbasis pada intervensi investasi swasta di Kabupaten PPU,” pungkasnya. (ADV/DISKOMINFOPPU)

Reporter : Hamaruddin

Editor   : Riadi Saputra

Beri Komentar