Melalui Webinar PHKT Tunjukkan Peran Perempuan Mengangkat Ekonomi Masyarakat

0
361

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Peran perempuan memang memiliki nilai arti dan potensi tersendiri. Perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan khususnya taraf hidup ekonomi masyarakat.

Melalui Web Seminar (Webinar) yang digagas SKK Migas dan PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) serta berkerjasama dengan Radio Smart FM, Rabu (30/09/2020) membuka mata kita bahwa kesuksesan yang ditunjukkan perempuan memberikan bukti dan arti penting serta memiliki makna yang berpengaruh di masyarakat.

Seperti yang disampaikan salah satu Kelompok Usaha Wanita (KUW) Bina Bersama Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Siti Rukiyah dalam Webinar ini mengatakan mereka dapat memanfaatkan buah pohon mangrove yang tumbuh di pesisir pantai PPU yang pihaknya sulap sebagai olahan makanan maupun minuman.

“Mangrove tidak hanya sebagai tanaman pencegah terjadinya erosi dan abrasi pesisir pantai, tetapi memiliki banyak manfaat. Salah satunya buahnya dapat diolah menjadi produk makanan dan minuman,” kata Rukiyah.

“Tanaman buah mangrove ini kita olah menjadi tepung kemudian kita olah menjadi makanan baik itu kue basah maupun kue kering seperti kue baruasa, bolu, dan lainnya,” lanjut Rukiyah.

Selain memanfaatkan buah mangrove sebagai makanan ringan, kelompok perempuan yang beranggotakan 23 orang ini menjelaskan bahwa buah mangrove juga dibuat minuman seperti sirup dari salah satu jenis buah mangrove yakni buah pidada,

Terkait pemasaran Rukiyah menjelaskan, selain melalui pameran maupun pesanan dari pemerintah daerah dan juga masyarakat lokal ia juga memasarkan produknya melalui online baik itu melalui Facebook, Instagram maupun melalui pesan massenger Whatsap (WA).

“Yang menjadi kendala kami saat ini terkait pemasaran khusunya luar daerah. Ongkos kirimnya cukup mahal sehingga kami sulit memenuhi permintaan konsumen. Semoga PHKT maupun pemerintah daerah bisa membantu khususnya dipemasaran,” bebernya.

Selain itu Salbiyah Ketua Koperasi Lou Puteri Petung (LPP) yang mengelolah hasil produksi kelompok binaan PHKT menjelaskan diawal tahun 2017 awal kejayaan prduknya, tetapi memasuki tahun 2020 dimana masa pandemi Covid-19 penjualan produk terjun bebas. Bahkan ia menutup lapak khususnya penjualan produk makanan ringan karena tidak mampu membayar pengelola.

“Kondisi pandemi Covid-19 daya beli masyarakat menurun khususnya makanan ringan. Kita tidak boleh di keluar daerah, tetapi Alhamdulillah minyak goreng dan gula pemasarannya tetap stabil,” kata Salbiyah

Kelompok perempuan yang beranggotakan 26 orang ini berharap bantuan dari pemerintah daerah maupun PHKT ada perbaikan produk kemasan karena, kemasan produknya cukup standar dimana terkadang produksinya sampai ke konsumen sudah berubah.

“Kami berharap adanya bantuan khususnya untuk memperbaiki kemasan, kemasan kami cukup standar sehingga kadang produksi kami sudah rusak sampai ke konsumen,” ucapnya.

Hal yang serupa juga diungkapkan Ketua Ipemi Balikpapan Emy Alaydrus, perempuan terbukti kuat dan strong, pasalnya menurut Emy sebagian besar perempuan UKM membantu perekonomian indonesia apalagi dimasa krisis maupun pandemi Covid-19 saat ini dan tentu saja UKM perempuan bisa bangkit dengan adanya perhatian dari pemerintah, BUMN maupun Swasta.

“Terkait pemasaran ada baiknya kita bergabung di suatu wadah. Saling share dan saling dukung. Kami ada di 134 Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia dan 12 Negara. Pengaruh wilayah sangat istimewa. Kami memiliki group WA tiap hari kami share jenis-jenis produk di group WA tersebut,” beber Emy.

Dijelaskan Emy bahwa sangat penting bergabung di suatu wadah antar pengusaha karena sifatnya Nasional maupun International dimana dibebrkanya pasaryang dulu pfline saat ini bisa online dan Handphone adalah Toko apalagi masa pandemi saat ini.

Sementara itu Ketua Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten PPU Risna Rais Abdul gafur yang turut hadir dalam Webinar ini mengatakan kelompok usaha di Kabupaten PPU sangat beragam dan dinominasi kaum perempuan dengan kekayaan alam dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak kalah bersaing dari daerah lain.

“Kami baru saja meluncurkan Desa Sentra Batik yang merupakan satu-satunya pembuatan batik menggunakan mesin canting di Kalimantan Timur yang pengerjaannya tidak memerlukan waktu yang lama hanya dalam waktu satu Minggu. Saya mengajak Ketua Ipemi Balikpapan Emy Alaydrus main-main ke PPU agar bisa bersama-sama mengembangkan para pengusaha perempuan untuk lebih hebat lagi,” ucap Risna.

Lanjut dikatakan Risna dimasa pandemi Covid-19 saat ini memang seharusnya mengikuti era modern. Memiliki warung daring  melakukan pemasaran secara online baik itu melalui media sosial maupun Toko online seperti Tokopedia maupun Bukalapak.

“Diprindakop sudah ada yang memasarkan produknya melalui toko online. Bahkan kerajinanya banyak mendapatkan pesanan dari orang luar. Pemesaran secara online mudah diakses, bisa dilihat siapapun dan dimanapun. Kita hanya berjualan dari rumah kita bisa menjual produk kita keseluruh Indonesia bahkan Dunia,” ungkap Risna.

Dharma Saputra selaku Assisten Manager PHKT dalam Webinar ini menjelaskan demi mewujudkan mewujudkan ekonomi dan kemandirian masyarakat khususnya perempuan, melalui program CSR PHKT mendorong pengembangan kelompok usaha lokal yang ada dimasyarakat serta meningkatkan kualitas SDM yang mampu bersaing dengan menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan kemampuan organisasi maupun produksi.

“Kami dari PHKT terus menanamkan nilai kemandirian baik itu melalui pendampingan secara rutin maupun monitoring agar produksi maupun pemasarannya makin meningkat dan produk yang dihasilkan mempunyai daya saing,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here