AGM : Perbup Masker Pertama Diberi Teguran Tertulis, Jika 2-3 Kali Masih Ngeyel Denda 1 Juta

0
394

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dalam rangka penegakan hukum Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 atau Virus Corona di Kabupaten Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 tahun 2020. Perbup tersebut sebagai dasar dan rujukan pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggar tertib kesehatan.

“Untuk Perbup sudah ditandatangani dan sudah di konsilidasikan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD). Dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kementerian dalam negeri,” kata AGM kepada HARIANPPU, Senin (21/09/2020).

Adapun jenis sanksi pelanggaran administratif dibeberkan AGM bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp 1 Juta. Tetapi sebelum dikenakan denda akan ada teguran jika ada ditemukan warga yang melanggar protokol kesehatan dalam arti tidak pakai masker.

“Prakteknya dilapangan, sebelum dikenakan denda Rp 1 Juta akan ada teguran pertama ketika didapat warga ataupun siapa pun itu. Datanya diperiksa kemudian difoto, dan datanya itu disimpan. Jika kedua kalinya kedapatan kembali melanggar ada lagi peringatan, tetapi jika ketiga kalinya tetap melanggar maka akan ada penindakan dengan denda Rp 1 Juta dan jika tidak mampu bayar akan ditahan,”lanjut AGM.

Lanjut dibeberkan AGM dengan diterbitkannya Perbup tentang disiplin dan penegakkan Hukum protokol kesehatan di Kabupaten PPU bukan untuk memberikan hukuman kepada masyarakat yang melanggar aturan tetapi semata-mata sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di Kabupaten PPU.

“ Sebenarnya saya juga tidak tega. Namun kebijakan ini semata-mata adalah untuk memberikan efek jera bagi si pelanggar. Ibaratnya kita sebagai bapak sedang mendidik anak-anaknya agar bisa berjalan. Tapi intinya bagaimana kita bisa menekan angka penyebaran covid 19 di Kabupaten PPU makanya Perbup ini segera diterapkan, “ ucapnya.

Sebelum membuat Perbup tentang kedisiplinan ini tambah AGM, dirinya telah memikirkan semua itu. Menurutnya, jika sangsi yang diberikan bagi pelanggar protokol kesehatan hanya berupa uang sebesar Rp 50 ribu atau melakukan bersih-bersih dianggap kurang efektif dan tidak ada efek jera di sana. Sehingga perlu adanya tindakan sangsi yang lebih berat bagi pelanggar dikenakan denda sebesar 1 Juta rupiah.

“Dalam melakukan penegakan perbup ini nantinya Satpol-PP juga tidak semena-mena untuk melakukan sangsi tegas. Mungkin satu kali pelanggaran kita, kemudian , akan lebih berat kita kenakan, “ungkapnya.

“Kami juga berharap masyarakat tidak perlu kawatir dengan perbup yang ada. Tetapi takutlah jika saudara akan terjangkit virus covid 19 ini. Oleh karenanya kami berharap kepada seluruh masyarakat PPU untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, gunakan masker jika berpergian keluar rumah,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin/ Humas 6

Editor     : Riadi Saputra

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here