Soal Pasar Petung, Muhajir Buka-Bukaan Data

0
970

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Setelah lama tak terdengar kelanjutan berita terkait Pasar Petung, akhirnya Plt Kepala Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhajir angkat bicara.

Dimana Muhajir membeberkan hasil data rekapan yang pihaknya terima dari Pasar Petung sejak beroperasi dari tahun 2008 hingga saat ini.

Saat dikonfirmasi Muhajir Mengatakan, meski dirinya terbilang baru memimpin di BK namun menyikapi kasus tersebut pihaknya sudah berusaha menggumpulkan sejumlah data. Dimana dari data tersebut yang pihaknya miliki sejak tahun 2008 hingga saat ini, Pasar Petung hanya menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 287 Juta Rupiah.

“Saya bersama teman-teman sudah berusaha mengumpulkan semua data yang ada, dan dari hasil pencarian kami selama Pasar Petung beroperasi PAD yang disumbangkan hanya Rp 287 Juta,” uangkapnya.

“Itupun terbagi dalam beberapa sektor pendapatan, dari royalty, parkir, kebersihan dan PBB,” lanjut Muhajir membeberkan.

Lanjut Muhajir mengungkapkan, untuk rinciannya sendiri seperti parkir pihak Pasar terakhir menyetorkan di tahun 2016 sebesar Rp 1,8 juta rupiah, sedangkan untuk royalty itu disetorkan terakhir di tahun 2013 sebesar Rp 248 juta rupiah. Sedangkan untuk sampah dan PBB juga mengalami hal serupa.

“Dari total keseluruhan hanya pembagian royalty yang terbilang cukup besar, itupun terakhir disetorkan di tahun 2013 berdasarkan data kami,” tegasnya.

Dan dikonfirmasi terkait penarikan karcis pada para pedagang, Muhajir menyatakan, karcis tersebut bukan dari BK. Sehingga untuk sifatnya pihaknya tidak tahu pasti hanya saja bila berbicara aturan penggunaan karcis tersebut tidaklah benar.

“Kalau soal karcis kami kurang mengetahui, dan kami dapat pastikan karcis tersebut bukan dari BK,” ujarnya.

Dan untuk diketahui, Pasar Petung merupakan hasil kerjasama pemerintah daerah dan pihak swasta, dimana untuk lokasi berdirinya Pasar Petung berada diatas lahan milik Pemerintah Daerah Kab. PPU.

Namun sangat disayangkan sejak beroperasi dari 2008 hingga saat ini, pasar petung yang dinilai menjadi pasar sentral di Benuo Taka ini hanya menyumbangkan PAD sebesar Rp 287 Jt rupiah.

Reporter : Riadi Saputra

Editor     : Muhhmad Yusfa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here