Fadjroel Rachman : HMPI Harus Gabung Tim Riset Jubir Presiden untuk Ibu Kota Negara

0
855

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur terus dimatangkan. Proyek IKN bahwa telah ditetapkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah (RPJMN) yang diketok pada awal Januari 2020.

Dalam menyukseskan pemindahan IKN tersebut, kaum terpelajar memiliki posisi penting untuk terlibat dalam berbagai riset terkait pembangunan hingga kesiapan masyarakat setempat dalam menyongsong hadirnya IKN sebagai episentrum budaya dan wajah Indonesia di dunia global. 

Terkait dengan itu, di sela-sela Webinar Virtual ke-6 (22/8/2020) “Maju dan Merdeka: Refleksi HUT RI ke-75, Kolaborasi dan Konsolidasi Mahasiswa Pascasarjana Antar Benua” Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) Andi Fajar Asti berinisiatif untuk melakukan riset kesiapan masyarakat pesisir dalam menyongsong ibu kota negara. 

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Presiden Dr. Ir. Mochammad Fadjroel Rachman mengatakan bahwa sebagai barisan terpelajar HMPI dapat tergabung dalam riset kolaboratif dengan tim riset kepresidenan.

“Riset-riset kalangan terpelajar sangat berguna sebagai bentuk sumbangan terhadap ibu kota negara,” kata Fadjroel Rachman yang sedang dalam perjalanan tugas ke Jawa Tengah. 

Fadjroel menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah pancakerja Presiden Joko Widodo dan olehnya itu membutuhkan berbagai kontribusi dari kalangan terpelajar, khususnya mahasiswa pascasarjana.

“Kunci kesuksesan dalam membangun SDM unggul Indonesia adalah partisipasi, adaptasi, dan kolaborasi,” lanjutnya lagi. 

Sementara itu Andi Fajar Asti Andi Fajar Asti mengatakan HMPI menginisiasi terbentuknya Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang diketuai oleh Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur diumumkan Presiden Joko Widodo pada 26 Agustus 2019.

“Berbagai riset kolaboratif terkait pemindahan ibu kota negara harus terus dilakukan mengingat proses pemindahannya sangatlah kompleks mulai dari penyusunan perencanaan hingga kesiapan masyarakat setempat,” pungkas Andi Fajar Asti. (*)

Editor  : Hamaruddin

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here