Pasien Covid-19 Meningkat, Pelayanan IGD Terpaksa Ditutup

0
786

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Terhitung mulai hari ini Tanggal 7 Agustus 2020 hingga 21 Agustus 2020 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB), milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menutup sementara pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pasalnya menyusul adanya temuan 4 tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 atau virus Corona serta berdasarkan tracking sebanyak 34 orang tenaga kesehatan dan non kesehatan di IGD kontak erat.⁣

Menyikapihal tersebut, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) saat dikonfirmasi, Kamis (06/08/2020) kemarin mengatakan IGD ditutup sementara selama 14 hari dan dialihkan ketempat yang aman atau di 11 Puskesmas yang tersebar di wilayah PPU.

“IGD akan ditutup sementara selama 14 hari kedepan. IGD ada di 11 Puskesmas yang ada di wilayah PPU dan dokternya akan kami persiapkan di masing-masing puskesmas tersebut,” beber AGM.

Dijelaskan AGM kendati saat ini memasuki New Normal, perlu tetap waspada adanya Covid-19 kendati banyak mengatakan bahwa Covid-19 adalah berita bohong atau Hoax tetapi menurut AGM bukan Hoax pasalnya seluruh dunia ikut panik adanya pandemi Covid-19 ini.

“Tidak mungkin virus ini Hoax, bahkan Arab Saudi mengetatkan protokol kesehatan bahkan tahun ini tidak ada Jemaah dari Indonesia berangkat menunaikan Ibadah haji, jika ini tidak berbahaya tidak akan mungkin terjadi,” lanjut AGM.

Sementara itu Direktur RSUD-RAPB Jense Grace Makisurat mengatakan penutupan pelayanan terhitung sejak di keluarkannya Surat pemberitahuan yakni hari Kamis, tanggal ,(07/08/202) hingga 14 hari kedepan dengan masa evaluasi per 7 hari sampai hasil SWAB Tenaga Kesehatan kami dikeluarkan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.

“ Selama penutupan IGD, RSUD-RAPB tetap memberikan pelayanan dan Rawat Inap seperti jadwal yang tersedia,” kata Jense Grace Makisurat

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 PPU yang juga Kepala Dinkes PPU, dr Arnold Wayong mengatakan untuk mendukung layanan darurat di RSUD telah meminta layanan IGD pada Puskesmas-Puskesmas di PPU di Optimalkan.⁣

“Suratnya kami kirimkan pagi ini , Jumat,7 Agustus 2020 ke Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Se PPU.⁣
Tetapi untuk Rawat jalan dan Rawat inap di RSUD masih tetap jalan seperti biasa”, pungkasnya.

Reporter : Kasim
Editor : Hamaruddin
—————————–

Alimuddin : Metode Home Visit Diberhentikan Sementara

Dinas Pendidikan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar melalui metode Home Visit (kunjungan rumah) oleh para guru diwilayah Kabupaten PPU.

Langkah itu dilakukan, menyusul kembali meningkatnya kasus positif Covid 19 di PPU , berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kab.PPU,Kamis (6/8/2020) sudah ada 9 pasien yang terkonfirmasi positif.

“Kami menghentikan Home Visit sebagai langka antisipasi serta menjaga kegelisahan para orang tua siswa dan para guru,” Kata Kadis Pendidikan Alimudin saat di hubungi, Jumat (7/8/2020).

Lanjut dikatakan Alimuddin, Dinas Pendidikan juga telah mengintruksikan ke para Kepala Sekolah untuk tetap memantau situasi diluar lingkungan sekolah dan berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Penghentian home visit sementara ini telah berlaku mulai Jumat (7/8/2020) hingga waktu dinyatakan kondisi aman.

“Untuk metode pembelajaran secara daring atau luring tidak berubah karena home visit adalah inovasi yang kami lakukan untuk memberikan sentuhan langsung kepada murid sekaligus untuk memotivasi dan mengangkat moril para siswa , setelah mendapat persetujuan orang tua,” ucapnya.

“Bagi yang di wilayah Kecamatan yang zero Covid-19 ,dapat tetap melakukan home visit dengan berpedoman pada protokol kesehatan dalam setiap kegiatan,” pungkas Alimuddin.

Reporter : Kasim
Editor : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here