Sejak Berdiri Pasar Petung Hanya Untungkan Pengusaha

0
2062

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Siapa yang menyangka sejak beroperasi pasar Petung, di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tahun 2008 hingga saat ini tak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sedikitpun untuk Pemerintah Daerah.

Padahal lokasi pasar tersebut diketahui berdiri diatas lahan milik Pemerintah Kabupaten PPU.

Dan atas insiden tersebut, Pemerintah daerah diduga mengalami kerugian yang ditafsir mencapai sekitar Rp 1,5 milliar hingga Rp 2 milliar per-tahunnya dari penarikan retribusi sewa lapak, parkir hingga kebersihan dari aktifitas pasar tersebut.

Saat di konfirmasi HARIAN PPU, Selasa (21/07/2020)  Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Perindakop)  Kabupaten PPU Kuncoro pasca rapat tertutup bersama Badan Keuangan, Dinas Perhubungan, Bagian Pembangunan, Bagian Ekonomi, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum dan Dinas PTSP membenarkan bahwa sejak beroperasi tahun 2008 pihak pengelola pasar tidak memberikan sumbangsih PAD untuk daerah.

“Tadi kami baru rapat di perintah Pak Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM)  untuk menyelesaikan masalah tersebut,’’ kata Kuncoro.

Lanjut Kuncoro, mengakui jika selama ini tidak ada PAD masuk ke kas daerah menurut Plt Badan Keuangan (BK) Muhajir.

‘’Silahkan konfirmasi ke BK terkait setorannya, tetapi menurut BK  memang tidak ada setoranya, untuk lengkapnya silahkan ke BK,’’ lanjutnya.

Sesuai dengan amanah Bupati pengelolaan diserahkan ke dinas teknis yang sesuai yaitu Disperindagkop. Terkait adanya MoU harusnya pihak pengelolah memberikan setoran ke daerah.

“Sejak tahun 2008, memang tidak ada PADnya, saya tadi konfirmasi ke Pak Muhajir memang tidak pernah setor ke pemerintah daerah, kami saat ini menyelesaikan itu supaya pemda mendapatkan PAD, dan kami sudah investigasi  ke sana.  Memang cukup besar tarif retribusi atau pendapatan di pasar Petung itu,’’ pungkasnya.

Reporter : Riadi Saputra

Editor     : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here