Demi Kesejahteraan Petani AGM Komitmen Perangi Sistem yang Jahat

0
735

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM), yang dijumpai Senin, (20/7/2020) menyatakan, dirinya akan memerangi sistem yang jahat seperti monopoli dan lain sebagainya yang bisa merugikan atau menginterpensi masyarakat agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dipelosok apakah itu petani, pekebun atau nelayan.

‘’Sistem yang jahat harus diperbaiki, karena ini juga masuk diteksis saya dan Alhamdulillah saya mendapat gelar Megister Ekonomi (ME) di Universitas Mulawarman. Hipotesis saya tentang PPU, dan saya mendalami kasus di PPU ini bukan hanya secara pikiran tetapi juga secara akademik,” kata AGM.

Lanjut AGM memaparkan rencananya terkait Pembangunan Pabrik Gilingan padi atau Rice Milling merupakan salah satu contoh sistem yang kan dibangun untuk menyerap gabah hasil petani. Dimana dijelaskan AGM biasanya setiap petani mempunyai lahan 2 hektar, maka dalam kelompok tani digabungkan. Jika ada 1000 petani maka ada sekitar 20.000 hektar lahan.

Jika melihat berdasarkan data  lahan petani yang ada di Kecamatan  Babulu yang aktif kurang lebih 8.000 hektar tetapi lahan yang terbuka kurang lebih 18.000 hektar bahkan bisa ditingkatkan hingga 20.000 hektar.

‘’Kalau ini didata atau diperbaiki secara baik, Insya Allah bukan hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita mengandalkan migas atau batu bara, apalagi kita tahu batu bara itu modoratnya lebih banyak, kalau pertanian itu mamfaatnya lebih banyak, kita semua butuh makan dan disamping itu akan ada pendampingan kepada masyarakat yang belum mengerti apakah padi ini lebih baik daripada sawit, saya rasa yang lebih baik itu padi karena itu bahan pokok yang tidak bisa kita tinggalkan,’’ bebernya.

Adapun target AGM untuk meningkatkan PAD di sektor pertanian yang pertama adalah memperbaiki irigasi dan Sumber Daya Manusianya (SDM) berdasarkan dari hasil survei yang para relawan diturunkan.

‘’Hasil survei yang teman-teman relawan yang mau membantu kami pokok permasalahan, berdasarkan data kami itu ada di Irigasi dan SDMnya, kadang-kadang petani itu menanam padi dengan tabela, langsung dibuang-buang karena malas, padahal lahan kita luas, Insya Allah akan ada pendapingan,” tuturnya.

“Jika penanamannya baik dan airnya juga bagus tentu akan menaikkan ekonomi para petani itu sendiri, kita liat hasilnya dulu. Yang paling utama itu ekonomi masyarakat meningkat dan tidak lagi tertindas,’’ pungkasnya.

Reporter : Riadi

Editor     : Titin Yuhartina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here