Soal Rice Milling, Surani : Petani Juga Bisa Turun Aksi

0
701

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM-Saat rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membangun Pabrik Penggilingan beras atau Rice Milling menuai protes keras di kalangan pemilik Rice Milling swasta, di kawasan Kecamatan Babulu. Lain halnya dengan para petani yang justru mendukung pembangunan Rice Milling tersebut.

Pasalnya petani, kerap mengeluhkan terkait harga penjualan gabah maupun beras yang terkadang dinilai terlalu rendah selama ini, tanpa adanya kontrol.

Surani salah satu petani asal Desa Sri Raharja yang juga menjabat sebagai kepala desa ini mengatakan, dirinya sangat mendukung adanya rencana pemerintah tersebut. Pasalnya selama ini persoalan harga gabah maupun beras terbilang tidak stabil. Apalagi bila musim panen raya tiba.

“Kalau petani pasti setuju, karena selama ini memang perlu adanya kompetitor. Sehingga harga beras maupun gabah petani bisa mendapatkan yang sesuai,” ucapnya.

“Apalagi kalau pemerintah hadir dan menaikkan gabah hingga 5000 per kilogramnya, maka dipastikan petani merdeka,” tambah Surani.

Lanjut Surani mengatakan, terkait adanya penolakkan dengan rencana pemerintah tersebut. Sepenuhnya bukan mengatas namakan keinginan masyarakat, melainkan hanya kelompok tertentu yang merasa takut untuk bersaing dengan pemerintah. Apalagi selama ini para pemilik rice milling terbilang melakukan monopoly.

“Yang tidak setujuh itu sudah dipastikan bukan petani, mungkin pemilik rice milling. Dan kalau pun mereka bisa melakukan protes untuk menolak. Kami petanipun bisa turun kejalan untuk memberikan dukungan bila memang itu dibutuhkan,” tegasnya.

Reporter : Riadi Saputra

Editor : Titin Yuhartina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here