Karena Pandemi, Muhajir : PAD Memang Perlu Disesuaikan

0
589

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Saat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kian optimis mengejar targetnya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pelabuhan.

Lain halnya dengan Badan Keuangan (BK) PPU, yang melakukan pemangkasan target PAD secara keseluruhan. Dimana dari target awal sebesar Rp 42 miliar menjadi mengalami penurunan menjadi Rp 24 miliar atau turun 42 persen lantaran pandemi Covid-19.

Plt Kepala BK PPU Muhajir, Senin (13/07/2020), yang dikonfirmasi kepada HARIAN PPU mengatakan target PAD tahun 2020 memang perlu disesuaikan.

Khusus untuk Pajak Daerah yang terdiri dari 11 jenis pajak yang terdampak, sehingga dilakukan evaluasi akibat pandemi Covid-19 dan hampir semua daerah melakukan hal tersebut.

“Pandemi Covis-19 memaksa kita untuk melakukan evaluasi terhadap target pendapatan kita, dari perhitungan kita target PAD secara keseluruhan khusus untuk pajak daerah mengalami koreksi dari 42 miliar kita evaluasi menjadi 24 miliar,’’ kata Muhajir.

Dijelaskan Muhajir target PAD tersebut dikhususkan untuk pajak daerah meliputi pajak hotel,pajak hiburan,pajak mineral bukan logam,pajak sarang burung wallet, rumah makan, PBB, BPHTB dll.

“BPHTB diawal tahun 2020 memang menggembirakan khususnya dari pembayaran BPHTB yang sifatnya massal dampak dari pengumuman IKN, bahkan tahun 2019 kemarin perolehan PAD dari BPHTB melampaui target kurang lebih kisaran 120 persen. Di triwulan pertama 2020 ini kelihatan bagus sampai bulan Maret 2020 tetapi begitu masuk di bulan April sudah mulai turun akibat pandemi Covid-19,’’ lanjut Muhajir.

Selain pajak daerah sebesar 24 milliar, Muhajir menjelaskan terdapat target retribusi daerah sebesar 10 miliar dan lain-lain PAD yang sah target kurang lebih 54 miliar. Tetapi lain-lain PAD yang sah pihaknya hanya mencatat yang mana di dalamnya ada dana BLUD dan Dana Kapitasi, yang mana BK hanya melakukan pencatatan administrasi saja dan dananya hanya numpang lewat tetapi dimasukkan dalam komponen PAD tetapi dananya tidak dikelola oleh pihak BK.

‘’Dana BLUD ada sekitar 31 miliar itu kita catat dan total lain-lain PAD yang sah ada 50 miliar dimana ada dana Kapitasi 19 miliar dan itu semua hanya kita di catat dan dana tersebut dikelola langsung oleh SKPD terkait yaitu RSUD dan Dinkes,’’ bebernya.

Dibeberkan Muhajir PAD yang rill ada di pajak daerah dan retribusi, dan yang menggembirakan yaitu di retribusi pelabuhan yang targetnya naik mencapai 7 miliar dari target awal sekitar 4 miliar.

“Dimasa pandemi ini ada kabar gembira dari sumber retribusi yaitu retribusi pelabuhan dari Dishub, yang menurut informasi dari kepala UPT Pelabuhan (Dinas Perhubungan) terkait kenaikan dari sektor retribusi yang semula proyeksi mereka naik 7 miliar dari target awal sekitar 4 miliar,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here