Aspeksindo: Pulau Malamber Target Wisata Kelas Dunia

0
1971

HARIANPPU.ONLINE-PENAJAM- Viralnya berita terait jual beli pulau Malamber di Desa Bala-Balakang perlu mendapatkan klarifikasi dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo).

Mengapa? Karena atas nama ketua umum Aspeksindo, Bapak Abdul Gafur Mas’ud yang biasa disebut AGM melakukan kunjungan ke kepulauan Bala-Balakang sekitar bulan awal Juni 2020 lalu.

Andi Fajar Asti selaku Direktur Eksekutif Aspeksindo saat dikonfirmasi HARIANPPU, Minggu (21/06/2020) mengatakan sebenarnya sudah mengagendakan kunjungan ke pulau Bala-Balakang bersama ketua umum Aspeksindo yang juga sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Maret 2020 lalu.

“‘Kunjungan tersebut sebenarnya adalah bagian dari kelanjutan workshop RUU Daerah Kepulauan yang Aspeksindo gelar di Balikpapan Maret 2020 sebelum pandemi covid 19,” kata Andi Fajar Asti.

Pasalnya dikarenakan adanya pandemi covid 19 dan mulai masuk di Kalimantan Timur waktu itu, akhirnya pihaknya menunda dan hanya Ketua Umum bersama rombongan yang merealisasikan kunjungan tersebut sekitar awal Juni kemarin.

Adapun tujuan Aspeksindo melakukan kunjungan tersebut adalah karena fokus program kerja strategis Aspeksindo, bagaimana memajukan wilayah kepulauan dan pesisir di seluruh indonesia. Termasuk kepulauan Bala-Balakang yang notabene punya potensi pariwisata yang bagus tapi belum maksimal pengelolaannya.

 

“Masyarakatnya kepulauan Bala-Balakang juga belum mendapatkan pelayanan maksimal, seperti pendidikan dan kesehatan dan kami akan memperhatikan itu sebagai resours juga. Makanya Aspeksindo hadir memetakan potensi dan peluang tersebut untuk dijadikan pilot project pariwisata kelas dunia,” bebernya.

Betapa tidak, keindahan alam pantai pasir putih dan kekayaan hayati bawah laut di kepulauan Bala-Balakang sangat luar biasa, terutama pulau Salisinganng, pulau Popoangan dan pulau Malamber yang akan menjadi target Aspeksindo.

“‘Kami berharap Bupati Mamuju dan Bupati PPU serta Aspeksindo segera melakukan pertemuan dan konsultasi ke Kemendagri, Kementerian KP dan Kementerian Maritim dan investasi terkait konflik wilayah tersebut. Karena Faktanya secara geografis dan ekonomi, sumber ketergantungan kehidupan kepulauan Bala-Balakang itu adalah dari Kalimantan Timur yaitu Penajam Paser Utara dan Balikpapan,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

Beri Komentar