Syamsyudin Alie Soroti Pembangunan Pasar yang Terlantar

0
203

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM – Pasar Rakyat yang sudah berdiri sekitar dua tahun lalu di Desa Babulu Darat Kacamatan Babulu hingga saat ini belum digunakan, pembangunan pasar rakyat yang menelan dana miliaran rupiah yang bersumber dari dana bantuan Kementerian Perdagangan RI.

Dari pantauan dilapangan, rumput ilalang menjulang tinggi mengelilingi bangunan pasar. Mengetahui kondisi bangunan tersebut.

Syamsuddin Ali, anggota legislator dari Daerah pemilihan (Dapil) Waru-Babulu menyayangkan hal tersebut.

Anggota Komisi II DPRD PPU yang membidangi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat itu, menyayangkan bangunan yang kurang lebih dua tahun itu hingga saat ini belum juga digunakan sebagaimana mestinya, padahal sudah memiliki akses jalan yang cukup baik yang memiliki dua jalur menuju pasar rakyat itu.

“Sayangkan bangunan yang sudah dibangun sekian milliar itu, tidak manfaatkan dengan baik,” kata Syamsudin Alie.

Kondisi pasar yang lama yang terlihat kumuh, lanjut Syamsudin saat ini sudah tidak representatif, dan menganggu lalu lintas jalan, karena berada dipinggir jalan poros provinsi.

Jika persoalan itu dapat disuport pemerintah setempat, kata Syamsudin melanjutkan, pasti akan ada pergerakan ekonomi yang bertumbuh. Yang penting ada keseriusan dari pemerintah daerah dalam meningkat perekonomian masyarakat, dalam hal ini daerah akan mendapatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

“Apabila itu dilakukan, tentunya ada geliat ekonomi didalamnya,” terang Syamsudin.

Pihaknya, khawatir jika bangunan yang sudah terbangun tersebut tidak digunakan, akan menimbulkan kerusakan dan memakan biaya perbaikan lagi, apalagi ditengah kondisi seperti perlu adanya pemulihan ekonomi bagi masyarakat PPU.

“Ada kekhawatiran saya jika bantuan itu tidak dipergunakan, kita bisa tidak dapat lagi bantuan dari pusat,” tuturnya.

Ia berharap, momentum persiapan di era baru atau new normal, perbaikan ekonomi hal menjadi prioritas daerah untuk melakukan percepatan, disamping adanya roda perekonomian baru dan sekaligus menjadi pasar percontohan daerah.

Berdasarkan informasi dari dinas terkait yakni Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, permasalahan yang dihadapi yaitu terkendala soal air dan listrik.(ADV)

Reporter : Hamarudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here