Cegah Covid-19 RSUD RAPB Perketat Pengawasan

0
562

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dalam upaya pencegahan Covid-19 atau corona virus, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meniadakan jam besuk bagi pasien rawat inap dan hanya boleh ditunggu oleh keluarga pasien minimal 2 orang secara bergantian.

Menurut Direktur RSUD RAPB Kabupaten PPU dr. Jansje Grace Makisurat peniadaan jam besuk bagi pasien rawat inap berlaku sejak Senin (16/3/2020) kemarin sebagai bentuk upaya mencegah virus corona.

“Per tanggal 16 kemarin, kami menajemen rumah sakit memutuskan tidak ada pasien di RSUD itu dibesuk. Jadi yang boleh menjaga hanya 2 orang keluarganya dan kami memberikan kartu penjaga,” kata Grace, Rabu (18/03/2020).

Selain itu Grace menjelaskan bahwa pintu menuju rawat inap hanya satu yang dibuka dan dua pintu lainya akan ditutup pihak RSUD agar mudah dalam mengawasi keluar masuknya keluarga pasien.

“Ada tiga pintu menuju rawat inap, biasanya pintu tengah kami tutup, pintu kanan kiri kita buka, tetapi sekarang pintu kanan kiri kita tutup pintu tengah kami buka supaya satu pengawasan,” lanjutnya.

Dikatakan Grace dilakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk semua karyawan maupun pengunjung rumah sakit dan kemudian pintu yang dibuka untuk masuk rumah sakit hanya dua pintu yakni pintu UGD dan pintu utama.

“Semua pengunjung juga akan diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas RS, jika ada yang demam, batuk, pilek atau suhu tubuhnya 38 derajat tidak boleh masuk, kita arahkan keruang screening disana akan ditanyakan segala macam riwayat. Jika Orang dalam Pemantauan (ODP) maka akan kami obati kemudian disuruh pulang untuk isolasi dirumah,” babernya.

Tambah Grace untuk larangan jam besuk bagi pasien rawat inap belum ada batas waktu yang ditentukan, pihak RSUD hanya mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan terkait Covid-19, arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan arahan dari pemerintah Kabupaten PPU.

“Hanya 2 orang keluarga pasien yang bisa jaga, itupun bergantian dan begantiannya dipintu depan security bukan didalam ruang rawat inap. Hanya yang punya kartu penjaga yang boleh masuk,” terangnya.

Sementara itu atas pengawasan tersebut, sejumlah warga yang dijuampai Harian PPU mengaku cukup puas dengan upaya yang dilakukan pihak rumah sakit.

“Bagus ada upaya penangulangannya, hanya saja untuk alur penangan pasien yang dicurgia lantaran demam perlu diperjelas. Khususnya bagi pasien yang hendak berobat,” ucap Adi salah satu keluarga pasien.

Hal senada juga diungkapkan, Ayu. Dimana persoalan alur penangannya yang masih terbilang kurang terstruktur dengan jelas.

“Hal seperti ini harus didukung hanya saja memang alur penangannya perlu diperjelas dan untuk menyatakan seseorang terkenan Covid-19 atau corona virus, perlu dilakukan pemeriksaan lebih detail bukan hanya sebatas wawancara semata,” tandasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here