Hadir Dipelantikkan KKSS PPU, Berikut Pesan AGM

0
1268

RAUP MUIN JABAT KETUA DPD KKSS KABUPATEN PPU

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud hadiri pengukuhan dan pelantikan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten PPU  di Gedung Graha Pemuda KM 9, Senin (09/03/2020).

Raup Muin terpilih menjadi ketua BPD KKSS Kabupaten PPU yang diantik oleh Ketua Umum BPW KKSS Kaltim Andi Sofyan Hasdam dengan diawali dengan tari Padduppa Sebagai tari persembahan.

Bupati PPU AGM dalam kesempatan tersebut mengatakan pembentukan organisasi KKSS Kabupaten PPU memiliki makna yang penting dan strategis. Seperti diketahui , bahwa Kabupaten PPU telah menginjak usia dewasa, sehingga memandang perlu adanya partner atau mitra dalam rangka membangun dan mengembangkan daerah ini ke arah yang lebih maju sebagai cita-cita bersama.

Disamping itu, pengukuhan organisasi ini dapat memberikan makna dan kontribusi yang berarti terhadap akselerasi pembangunan di daerah ini, terutama dalam pembangunan dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan.

“Kepada para pengurus yang akan mengelola organisasi ini, kiranya dapat memahami benar peran masing-masing sehingga dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan arah yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mencapai tujuannya,” kata AGM.

Kemudian AGM menambahkan yang paling penting , seiring dengan terbentuknya KKSS Kabupaten PPU tidak terlepas dari komitmen sebagai bagian dari masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan pembangunan di Kabupaten PPU. Cermin sejarah pada beberapa peristiwa yang pernah terjadi dibeberapa daerah di Negeri ini, terutama peristiwa yang berkaitan dengan konflik SARA yang mengarah pada terjadinya disintegrasi terhadap Bangsa.

“Kita hendaknya jadikan sebagai salah satu pelajaran dan peringatan bagi kita semua, akan bahaya yang senantiasa mengancam keutuhan negeri tercinta ini,” lanjut AGM

Dikatakan AGM KKSS harus senantiasa waspada terhadap gejala-gejala yang akan timbul ditengah-tengah masyarakat berkaitan dengan SARA ini, agar peristiwa tragis yang sama-sama tidak harapkan tersebut, dapat dihindari.

“Perlu kita garis bawahi adalah dengan tidak menjadikan organisasi ini sebagai tempat untuk menunjukkan ekslusifitas kelompok, tetapi sebaliknya jadikan organisasi ini sebagai wadah atau tempat untuk dapat saling mengenal dan saling mengisi dalam rangka memperkuat hubungan silaturahim dengan sesama anggota masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here