Atasi Genangan Air di Bukit Subur Dan Riko, Pemda PPU Akan Bangun Bendungan Untuk Pengelolaan Air

0
497

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Tingginya curah hujan sehingga menggenangi sebagian wilayah Desa Bukit subur dan sebagian kecil wilayah Kelurahan Riko Kecamatan Penajam, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) melakukan kunjungan ke lokasi di RT 01 dan 02 Bukit Subur dan RT 04 Kelurahan Riko, Selasa (18/2/2020) kemarin.

Ia menyebutkan bahwa genangan yang terjadi diduga dikarenakan limbah atau ranting kayu dorongan dari lahan perusahaan yang berada di kawasan pegunungan yang ketika hujan airnya tak terserap kedalam tanah.

“Masalah ini juga sebenarnya adalah masalah klasik, karena selama Kabupaten ini berdiri wilayah Desa Bukit Subur dan Kelurahan Riko sebelumnya sudah menjadi langganan, maka solusi yang kita buat kedepan air yang menggenang ini bukan diartikan sebagai musibah namun kita maknai sebagai berkah, karena kedepannya air ini dapat dijadikan potensi persediaan air baku untuk keperluan masyarakat,” ungkap AGM.

Dikatakannya kedepan pemerintah daerah akan tentukan salah satu titik untuk dijadikan bendungan untuk menampung air yang melimpah itu. AGM didampingi Kepala Dinas PUPR Edy Hasmoro, Camat Penajam, Pang Irawan, Pejabat pada Dinas BPBD disambut Kepala Desa Bukit Subur dan Lurah Riko dan masyarakat setempat, menambahkan berkaitan dengan hal ini pihaknya telah merencanakan program pembangunan bendungan untuk pengelolaan air.

Program ketika sebelum pemerintahannya dan saat pemerintahanya sekarang ini harus disinergikan. Pasalnya menurut AGM agar percepatan pembangunan di Kabupaten PPU itu bisa dirasakan, apalagi tambahnya Kabupaten PPU merupakan sebagian wilayahnya ditetapkan sebagai Ibukota baru Negara RI.

“Ini hanya sekelumit wilayah Bukit subur dan sebagian Riko saja, ditempat lain ia pastikan tak ada , inipun bukan dikatakan musibah banjir namun lantaran sebagian kecil warga bertempat tinggal di sisi bantaran sungai maka ketika curah hujan frekuensinya tinggi lalu pinggiran sungai terendam air,” bebernya.

Dari data yang dihimpun oleh sejumlah pihak terang AGM ada sekitar 100 rumah yang terdampak namun bukan kebanjiran karena penduduk disini sudah paham kemungkinan situasi buruk sehingga mereka membuat rumah panggung, sejak adanya genangan hingga kinipun mereka masih dapat beraktifitas.

AGM mengakui di wilayah selai Bukit Subur di Kelurahan Riko hanya ada 5 rumah yang terdampak selain itu memang ada salah satu jembatan lingkungan yang rusak, ini sudah menjadi atensi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut, kedepannya pemerintah akan membangun jembatan bukan lagi konstruksi kayu namun sudah konstruksi besi sehingga ketika air merendam jembatan tidak rusak.

“Terkait matrial yang hanyut dari ketinggian sehingga mengakibatkan penyumbatan pada aliran sungai yang diakibatkan oleh hanyutnya ranting atau limbah kayu garapan dari perusahaan yang beroperasi di wilayah ini. Maka kami segera akan memanggil pihak perusahaan untuk duduk bersama diadakan rembuk secara kekeluargaan bagaimana mengatasi bersama jangan sampai limbah ini mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut AGM memberikan bantuan darurat yang disalurkan melalui Dinas BPBD Kabupaten PPU kepada warga yang terdapak banjir.

Sumber : Humas 8/ Iskandar

Editor    : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here