Soal Jembatan Tol, AGM Sebut Pak Menteri Hanya Salah Info

0
1242

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Lantaran dinilai menganggu penerbangan dan transportasai laut, baru-baru, ini. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono menyatakan lokasi pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara perlu dilakukan pemindahan.

Dimana sebelumnyapun PT. Pelindo VI meminta pemerintah untuk melakukan kajian kembali terkait jembatan tersebut.

Menyikapi hal tersebut Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud atau yang akrab disapa AGM mengatakan, terkait pernyataan Mentri PUPR tersebut hanya persoalan miskomunikasi semata, dan tak ada rencana pemindahan titik lokasi pembangunan jembatan Tol Balikpapan-PPU, seperti yang sempat disampaikan menteri PUPR.

“Terkait pemindahan lokasi Jembatan Tol Balikpapan-PPU itu, Pak Basuki hanya salah Info saja dan hal tersebut sudah diluruskan,” ucap AGM.

Lanjut AGM menegaskan dan menyoroti penyataan pihak PT. Pelindo VI, dimana pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU tersebut sudah merupakan harga mati. Pasalnya selama ini daerah sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk merealisasikan jembatan tersebut, bahkan kajian sudah dilakukan jauh hari sebelum jembatan tersebut memasuki tahap lelang saat ini.

“Pembangunan jembatan tersebut sudah tak bisa ditawar-tawar lagi, jembatan tersebut harus terbangun. Karena kita sudah banyak keluar anggaran di titik lokasi tersebut,” ucapnya.

“Dan kalaupun mau dipindah siapa yang ingin mengantikan kerugian daerah, apakah Pelindo mau ganti tidak mungkinkan. Oleh sebab itu jangan asal bunyilah,” tegas AGM.

Dilansir dari IDN Times, PT Pelindo VI, melalui Dirut nya Farid Padang meminta pemerintah melakukan kajian kembali atas jembatan tersebut. Pasalnya rencana pembangunan jembatan tol Penajam Balikpapan yang saat ini sudah memasuki tahap pelelangan di Kementerian Perhubungan perlu dikaji ulang, ketinggian jembatan yang hanya 50 meter dengan lebar bentar pilang berkisar 7,35 meter dinilai akan mengancam kelancaran lalu lintas laut di Teluk Balikpapan.

“Harus ditinjau kembali, meskipun saat ini sudah memasuki tahap lelang, konsep yang telah dibuat dapat diubah,” kata Farid usai menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Kamis (5/12/2019).

Bahkan Farid menegaskan pemerintah harus mengkaji ulang rencana pembangunan jembatan tol Balikpapan Penajam sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan pelabuhan yang ada di kawasan Teluk Balikpapan.

Namun apabila pemerintah tetap bersikeras untuk melanjutkan proyek tersebut, Pelindo berencana akan memindahkan sejumlah proyek peningkatan kapasitas di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Menurut pihaknya, akan sia-sia ketika lalu lintas laut menjadi tidak lancar akibat pembangunan jembatan tol.

“Jangan nanti menyesal, tapi kalau tetap dilanjutkan proyek tersebut, mending kita pindahkan saja rencana peningkatan Pelabuhan Kariangau ke Marang Kayu, termasuk juga Pelabuhan Kuala Samboja mending pindah semua,” ujarnya.

Reporter : Riadi Saputra

Editor      : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here