Berkunjung ke PPU, Kapolda Tekan Persoalan Narkoba dan Pengunaan Cadar

0
665

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Muktiono memberikan arahan kepada jajaran Polres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam kunjungan kerjanya di Ruang Catur Prasetya Mapolres PPU, Selasa (3/12/2019).

Didampingi Kapolres PPU AKBP M Dharma Nugraha dalam arahannya Muktiono menyampaikan, saat ini memasuki era bukan abad teknologi tetapi era informasi sebagai panglima, banyak berita hoax yang beredar di media sosial, polisi harus mencari dan menyelidiki dan menangkap pelaku penyebar berita hoax tersebut karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, berita hoax bisa merusak suasana kehidupan bernegara.

“Banyak masyarakat kita percaya dengan berita hoax, itu cukup berbahaya, berita hoax bisa menimbulkan gejolak dan kerusuhan,” ujarnya.

Lanjut Muktiono terkait narkoba merupakan musuh negara, oknum anggota polisi jangan sampai ada yang terlibat narkoba, jangan mencari uang dari kasus narkoba, jangan takut apapun harus dihadapi, karena memberantas narkoba menyelamatkan banyak orang dan generasi generasi penerus.

Muktiono juga menegaskan tidak ada gunanya hidup jika menggunakan narkoba, karena orang yang terpengaruh narkoba itu sulit untuk diobati, narkoba merusak generasi penerus, tidak ada interpensi bagi pelaku narkoba.

“Narkoba harus dibertantas tanpa ampun, jika ada anggota terlibat, pecat, pidana , jangan ragu bandar narkoba harus ditindak tegas jangan dibiarkan merusak dan negara karena yang kecil bisa menjadi besar. Jika ada anggota terlibat mau AKBP, kompol tangkap, tidak ada rasa kasihan, dan dipublikasikan ke media, kalau ada terlibat narkoba buang, buat apa dibina masih banyak yang anggota lainya, Kapolres juga harus tegas,” ucap Muktiono.

Terkait radikalisme mantan Kapolda Maluku dan Kapolda Sulawesi Selatan ini juga menegaskan bahwa paham radikaslime jangan sampai masuk di tubuh kepolisi termasuk tidak diperbolehkan memakai cadar odak boleh bercadar.

“Kita punya aturan sendiri, jika ada anggota yang memakai cadar meski sesuai dengan keyakinanya silahkan keluar dari anggota kepolisian, saya tegaskan tidak boleh baik itu polwan maupun anggota Bhayangkari tidak boleh memakai cadar,” pungkasnya.

Selain itu bahwa anggota Kapolres PPU harus bersyukur ditempatkan di Kaltim khususnya PPU karena menurut Muktiono kodisi wilayah di PPU jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi wilayah lainnya yang ada di Indonesia.

“Polisi itu harus siap ditempatkan dimana saja, bagi anggota yang ditugaskan di PPU harus bersyukur karena kondisi PPU jauh lebih aman dibandingkan dengan anggota yang ditugaskan diwilayah konflik seperti halnya di Papua karena disana mereka bertaruh dengan nyawa,”kata Muktiono.

Lanjut dikatakan Muktiono Polisi harus bekerja dengan menyeseuaikan tempat dimana ia ditugaskan dintugaskan, jika ada masalah harus diselesaikan karena salah satu tugas dari Polisi itun memang menyelesikan masalah tentu saja diselesaikan secara ptofesional sesuai dengan tugas Polisi sebagai penegak hukum.

“Tugas kita dijadikan sebaga hobi, agar tidak merasa berat dalam menjalankan tugas, kalau mau mudah tidak usah masuk polisi,” tegas Kapolda.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here