Risna Ajak Manfaatkan Pekarangan Untuk Budidaya Tanaman

0
641

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Budi daya berbagai jenis tanaman yang dikembangkan melalui program Obor Pangan Lestari (OPAL) dengan konsep kawasan rumah tangga lestari yang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten PPU, Risna Rais Abdul Gafur yang langsung berkunjung ke Dinas ini pada Kamis, (28/11) siang. Isteri Bupati PPU ini juga menyempatkan panen sejumlah sayuran yang dibudidayakan di lingkungan kantor ini.

“Konsep budidaya yang telah dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU ini sangat baik dan menginspirasi sekali. Dengan lahan yang tidak terlalu luas tetapi telah mampu mengembangkan berbagai jenis tumbuhan khususnya sayuran di dalamnya,” kata Risna.

Dirinya berharap konsep yang telah ada tersebut dapat menjadi contoh dan diterapkan oleh masyarakat Kabupaten PPU nantinya. Karena melakukan pengembangan tanaman sayur-sayuran sesungguhnya tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Tetapi dengan konsep kawasan rumah tangga lestari yang dicontohkan Dinas Ketahanan Pangan PPU, kata Risna, semua orang dapat melakukan pengembangan berbagai jenis sayuran di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Selain itu melalui budidaya tanaman sendiri, masyarakat dapat menentukan sayuran apa yang diinginkan serta terpenting kualitas akan selalu terjamin dari berbagai jenis bahan organik ataupun pestisida. Sayuran juga merupakan kebutuhan penting bagi manusia dalam rangka menunjang gizi sehingga pertumbuhan manusia itu akan lebih baik.

“ Saat ini program PKK Kabupaten PPU salah satunya adalah pencegahan dan penurunan angka stunting di PPU. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PPU untuk mencontoh konsep budidaya pengembangan berbagai jenis tanaman yang telah ada  ini. Diharapkan juga melalui pengembangan konsep ini kebutuhan  gizi anak-anak kita khususnya yang bersumber dari sayur-sayuran akan terpenuhi sehingga pada akhirnya mampu meminimalkan angka gizi buruk dan stunting di lingkungan kita, ” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Surito mengatakan bahwa budidaya berbagai jenis sayuran yang dikembangkan tersebut merupakan miniatur sekaligus menjadi percontohan di Kabupaten PPU. Ini dilakukan kata Surito, agar masyarakat perkotaan tidak lagi mempersoalkan lahan.  Karena lahan sempitpun bisa untuk pengembangan budidaya tanaman.

“ Dengan program OPAL ini harapannya bisa ditiru oleh masyarakat Kabupaten PPU, “ kata Surito.

Selain itu tambah Surito, budidaya OPAL ini bertujuan agar kedepan kebutuhan pangan khususnya yang berasal dari sayur-sayuran bagi masyarakat PPU dapat terpenuhi dari hasil budidaya masing-masing.

Namun lanjut Surito, tidak semua komoditas harus dikembangkan melalui konsep ini. Tetapi masyarakat dapat memilih komonitas yang memang pada saat ini berpengaruh terhadap inflasi daerah. Komoditas penting yang perlu dikembangkan tentunya harus baik secara versial maupun insidentil terutama tanaman kebutuhan penting keluarga yang memang selalu dibutuhkan seperti cabe, bawang dan sebagainya.

“Cabe, bawang dan berbagai jenis sayuran ini memang merupakan komoditas penting yang betul-betul memberikan jawaban kongkrit kebutuhan pangan bagi masyarakat yang bisa di produksi oleh rumah tangga sendiri, “ jelasnya.

“ Konsep yang kami kembangkan ini juga bebas dari pestisida dan sejenisnya kemudian bebas dari bakteri  yang dapat mengganggu kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjangnya.Harapan kami pola-pola seperti ini yang dapat dikembangkan diseluruh masyarakat perkotaan yang memang bermasalah pada sempitnya kepemilikan lahan mereka untuk budidaya semua hanya bisa mengikutu pprogram ini, “ tutupnya.

Sumber : Humas 6/ Subur P

Editor     : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here