Kader PKK dan Posyandu Kecamatan Waru Dibekali

0
559

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), jajaran PKK Kabupaten PPU terus aktif melakukan berbagai kegiatan positip di daerahnya. Salah satunya melalui orientasi dan bimbingan kepada seluruh Kader PKK Kelurahan dan Desa serta Kader Pos Yandu yang ada di Kecamatan Waru, Kabupaten PPU, Rabu, (27/11) siang.

“ Saat ini Tim kami sedang melakukan orientasi bagi seluruh kader PKK dan kader Pos Yandu yang ada di Kecamatan Waru untuk mendapatkan pelatihan dan bimbingan, salah satunya tentang bagaimana cara pengisian data Kartu Masyarakat Sehat (KMS) secara maksimal. Dari pengisian ini nantinya diharapkan juga akan diketahui lebih detail berapa jumlah anak-anak kita yang menderita stunting atau gizi buruk serta bagaimana cara yang tepat dalam penangannya, “kata Ketua PKK Kabupaten PPU, Risna Rais Abdul Gafur disela-sela kegiatan ini.

Dijelaskannya, seperti diketahui KMS adalah kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indikator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan membantu tumbuh kembang balita setiap bulan dari sejak lahir hingga usia 5 tahun. KMS juga dapat diartikan sebagai “Rapor” kesehatan dan gizi balita sehingga gizi balita dapat selalu tercatat dan terpantau secara lengkap. Selain itu, KMS merupakan media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak mereka.

“Oleh karena itu diharapkan seluruh kader PKK baik kecamatan, kelurahan dan desa serta seluruh Kader Pos Yandu yang ada sudah dapat mengerti tata cara pengisian KMS melalui kegiatan ini, “ harapnya.

Dikatakan Risna Rais, kegiatan orientasi yang digelar di Kecamatan Waru tersebut memang merupakan yang pertama kali. Namun kata dia, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan diseluruh kecamatan yang ada di PPU secara bertahab dalam waktu dekat ini.

Dirinya berharap melalui pembekalan yang dilakukan oleh kader PKK Kabupaten PPU di masing-masing Kecamatan ini nantinya mampu memberikan pengetahuan tambahan bagi seluruh kader PKK maupun Kader Pos Yandu di masing-masing Kecamatan yang ada, sehingga angka stunting ataupun gizi buruk di PPU dapat diminimalkan secepatnya.

“ Tim kami juga memberikan bimbingan tentang bagaimana cara agar ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan tidak memiliki anak yang kurang gizi, memperoleh vitamin dengan baik dan sebagainya sehingga terbebas dari gizi buruk atau stunting, serta memberikan ajakan agar ibu-ibu hamil ataupun mereka yang baru saja melahirkan mau untuk datang ke Pos Yandu, “ pintanya.

Tamba dia, beberapa waktu lalu Kabupaten PPU telah ditetapkan sebagai salah satu kabupaten masuk dalam lokasi khusus (lokus) penanganan kasus staunting atau anak dengan tinggi badan lebih rendah atau kerdil akibat mengalami gangguan pertumbuhan. PPU juga ditetapkan sebagai salah satu dari 100 kabupaten/kota se Indonesia lokus penanganan stunting nasional yang teridentifikasi terdapat kasus stunting.

Target PKK sebagai mitra Pemerintah Daerah lanjut dia, harus mampu memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten PPU tentang stunting dan gizi buruk yang terjadi dilingkungan masyarakat. Salah satunya melalui kader-kader yang telah disiapkan baik di kecamatan, kelurahan dan desa maupun seluruh Kader Pos Yandu yang ada di masing-masing kecamatan di PPU.

“Bagaimana kita dapat mengajak dan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat untuk mau datang ke Pos Yandu yang ada, sehingga ibu-ibu hamil maupun mereka yang baru saja melahirkan mengerti tentang apa kebutuhan bagi mereka yang baik selama mengandung hingga melahirkan, “ jelasnya.

Sumber : Humas 6/ Subur P

Editor     : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here