Diduga Dibalik Langkanya LPG 3 Kg, Ada Pangkalan yang Bermain

0
609

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM –Meski Kabupaten Penajam Paser Utara, memiliki terminal pengisian tabung LPG di Kecamatan Babulu. Namun persoalan kelangkaan LPG khususnya LPG 3 Kg yang bersubsidi serta harga yang relatif mahal diluar dari H.E.T yang telah ditetapkan nampaknya tak kunjung teratasi.

Bahkan dari hasil penelusuran Tim Liputan Harian PPU, kelangkaan LPG 3 Kg, disinyalir adanya keterlibatan oknum sejumlah pangkalan yang justru lebih memilih untuk menjual langsung ke pengecer dibandingkan ke masyarakat.

Ironisnya, aksi sejumlah pangkalan yang menjual langsung kepada pengecer justru terkesan terbuka tanpa adanya yang ditutup tutupi dalam pendistibusiannya. Tak hanya itu oknum dari pihak agen yang mengantar langsung mengunakan truck juga terkesan melakukan pembiaran.

Video Penelusuran Tim Liputan Harian PPU  Eksklusif – Diduga Oknum Pangkalan Bermain dalam Pendistribusian LPG 3 Kg

Menyikapi adanya dugaan oknum pangkalan yang bermain, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUMKPerindag) PPU, Kuncoro saat dikonfirmasi menyatakan, aksi pendistribusian ke pengecer tersebut jelas merupakan pelanggaran. Dan pihaknya akan melakukan upaya penyelidikan terkait hal tersebut.

“Sementara ini kami akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu, kalau memang terbukti kami akan mengambil tindakan tegas. Apalagi seperti yang kita ketahui LPG 3 Kg merupaka subsidi untuk rakyat yang kurang mampu,” ucapnya.

“Dan kalau bicara soal sangsinya, Jelas. Dari pengurangan kuota hingga pemutususan kontrak,” tegas Kuncoro.

Lanjut Kuncoro juga menghimbau bagi masyarakat, untuk ikut terlibat dalam melakukan pengawasan. Apabila ditemukan pangkalan yang menolak masyarakat, atau mendistribusikan kepada pengcer secara langsung dapat melaporkan kepada pihaknya.

“Kalau memang ditemukan pelanggaran silahan melapor, dan kami akan tindaklanjuti langsung,” tutup kuncoro.

Reporter : Riadi Saputra

Editor      : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here