Nondoi Kembali Digelar, AGM Buka Secara Resmi

0
844

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pesta adat belian paser Nondoi kembali digelar dan dibuka langsung Kaka Demong Agung Natanegara 1 yang Mulia Abdul Gafur Mas’ud (AGM) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (6/11/2019) di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau.

Dalam sambutannya AGM mengatakan, PPU adalah masyarakat yang majemuk. Ada banyak bahasa dan berbagai bentuk kebudayaan, termasuk seni yang dapat kita jumpai. Keindahan seni dan budaya ini akan menjadi modal sangat besar bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat di kabupaten PPU.

“Melaksanakan festival dengan bersusah-payah tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan hasil yang Insya Allah dicapai yaitu terbentuknya kehidupan seni dan kebudayaan secara sehat, dinamis, dan saling berhubungan secara harmonis, sehingga menjadi satu mozaik yang indah luar biasa,” kata AGM.

Selain itu AGM menambahkan diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk terus melakukan pelestarian budaya, sehingga ia memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Pariwisata PPU beserta jajarannya yang telah bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser dan segenap panitia penyelenggara Festival Adat ini, yang terus konsisten dan aktif dalam rangka mempromosikan eksistensi seni budaya Adat Paser dikalangan masyarakat PPU.

“Adat sebagai kebiasaan yang turun-temurun perlu ditata dan dikembangkan. Sebab, adat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sebagaimana manusia, adat juga selalu berubah. Adat berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Dalam perubahan zaman yang sangat cepat seperti sekarang ini, kita harus hati-hati menjaga dan mengembangkan adat,” paparnya.

Lanjut AGM adat harus tata, adat harus dipakai dalam kehidupan sehari-hari, adat harus dijadikan alarm yang selalu mengingatkan kehidupan kebudayaan harmonis. Ada adat hidup berumah tangga. Ada adat hidup bertetangga. Ada adat hidup bernegara. Ada adat membuka ladang. Ada adat berjual-beli di pasar.

Ada adat memelihara hutan, sungai, laut, dan sebagainya. Jika adat ditata dan dipakai dalam kehidupan sehari-hari, maka kehidupan kebudayaan akan terbina dengan baik.

“Mengingat pentingnya peranan adat itulah, maka Festival Adat Belian Paser Nondoi Benuo Taka Tahun 2019 ini bertema “Boyat sama nosom, mean sama nembeng” yang berarti membangun budaya daerah kita, dengan Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing untuk mewujudkan PPU yang maju, modern, dan religius,” bebernya.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan pelaksanaannya dapat lebih baik lagi ke depannya. Semoga event ini juga dapat membawa pengaruh positif terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara ke PPU,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here