Menhub Tinjau Langsung Lokasi IKN

0
367

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Menteri Perhubungan ( Menhub) Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, Kamis (19/9/2019), melakukan kunjungan kerja ke lokasi calon Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Setelah mendarat di Bandara Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport Balikpapan Budi beserta rombongan langsung disambut Gubernur Kaltim Isran Noor kemudian menggunakan helikopter menyisir lahan dari Balikpapan hingga ke Samboja, Kutai Kartanegara.

Rombongan memantau dari atas di Kecamatan Semboja Kukar kemudian mendarat Balikpapan Coal Terminal (BCT) milik Bayan Group. Selanjutnya rombongan istirahat sejenak dikantor Bayan Group kemudian menyisir Teluk Balikpapan (Perairan Kabupaten PPU) menggunakan Speed Boat yang juga di hadiri Asisten III Setkab PPU Alimuddin dan Kadishub PPU Ahmad.

“Kami memotret beberapa titik-titik potensial untuk dijadikan ibu kota. Ada sekitar 250.000 Ha yang akan dijadikan ibu kota, di mana ada 2.000 Ha yang akan dikembangkan sebagai pusat pemerintahan,”katanya.

Selain itu Budi menambahkan pihaknya mencari titik karena harus pastikan kalau jika jadi titik pemerintahan, maka aksesibilitas ke kota itu dan ke kota yang lainnya harus dekat. Budi menambahkan pihaknya telah menyiapkan konsep smart city smart mobility untuk menunjang konektivitas di ibu kota baru nanti.

“Beberapa moda transportasi massal telah disiapkan rencana pembangunannya, mulai dari Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), hingga ART atau autonomous rail transit,”lanjutnya.

Dikatakn Budi harus eco friendly karena ini adalah kota masa depan, harus bangun kota yang berkelanjutan. Pergerakan semaksimal mungkin pakai angkutan massa. Moda transportasi massal yang dibangun juga tak hanya berbasis darat. Lokasi calon ibu kota baru yang dekat dengan wilayah pesisir memungkinkan dibangunnya infrastruktur konektivitas perairan.

“Jika dilihat sini, lautnya indah sekali, angkutan kapal juga bisa dan dimasifkan. Jadi ada kapal, bus, kereta api. Di ibu kota baru, angkutan massal akan menjadi prioritas sebagai sarana transportasi,”paparnya

Menurur Budi karena nantinya berbasis lingkungan, angkutan massal yang dibangun nantinya akan menggunakan listrik yang sumbernya ramah lingkungan, maka kota baru ini bukan cuma akan jadi ibu kota tapi juga bisa jadi wisata, sehingga orang bisa lihat kota masa depan.

“Transportasi pertama yang akan dibangun nantinya adalah rel dan jalan. Kedua pra sarana tersebut dianggap penting untuk mobilitas awal untuk sebuah kota baru. Jalan dan kereta antara Balikpapan kelokasi Ibukota harus ada,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here