AGM Sebut Penunjukan PPU Selaras dengan Program Pemerintah

0
593

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Bupati Penajam paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menyatakan pihaknya sangat bersyukur atas kepercayaan Presiden RI Joko Widodo telah memutuskan pemindahan Ibukota di Kalimantan Timur, yang titiknya berada di Kab PPU dan Kab Kutai Kartanegara.

“Alhamdulillah Kaltim terpilih sebagai lokasi Ibukota, dan PPU masuk didalam wilayah Ibukota,saya sangat terharu ,”kata AGM.

AGM juga menambahkan bahwa yang telah diputuskan Presiden membawa keberkahan bangsa Indonesia dan Allah SWT mempermudah dan PPU bisa membawa visi dan misi dari Presiden melahirkan SDM yang unggul dan kemajuan bangsa ini.

“Sebelum diumunkan, kami sudah siap untuk menyiapkan lahan 300.000 hektare, tinggal perintah dari pemerintah pusat dimana titik lokasi Ibukota tersebut. Masyarakat PPU selalu mendoakan, mungkin dengan doa maka hari ini Ibukota di tetapkan di PPU,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Pembangunan PPU Nicko Herlambang mengatakan puji syukur proposal PPU yang diajukan ke Pemerintah Pusat diterima, untuk Ibukota dijelaskan Nicko bukan hanya berpatokan di satu Kabupaten saja memerlukan kombinasi dengan Kabupaten lain sehingga beban kota dapat ditanggung secara bersama.

“Terkait pengembangan Ibukota, PPU punya konsep kota mandiri terpadu yang berada dipesisir areal water front city,”kata Nicko.

Pemgembangan Ibukota Forest City dan Water Front City dan mendahulukan sisi ekologi lingkungan yang menjadi preoritas kota baru mandiri yang ada di PPU. Tahap awal pembangunan Ibukota tersebut yaitu proses pembangunan rumah jabatan di wilayah pesisir PPU yang kemudian dilanjutkan penyelesaian gedung-gedung perkantoran yang ada di PPU sehingga ketika Ibukota dipindah ke Kaltim PPU sudah siap sebagai Ibukota baru.

“Terkait Tol Teluk Balikpapan kita juga sudah menyiapkan kita juga sudah menyiapkan diri,”lanjutnya.

Selain itu terkait dengan rencana Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang mengarahkan pemindahan Ibukota di kawasan TAHURA Bukit Soeharto, maka sebaiknya tetap mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar terkait peran ekologis TAHURA Bukit Suharto dan tidak memusatkan beban ibukota hanya di satu Kota atau Kabupaten, perlu dipertimbangkan agar skenarionya bisa melibatkan lebih satu kota atau kabupaten, dan kombinasi 3 kabupaten / kota sebagai areal pengembangan perlu dipertimbangkan yaitu kawasan Balikpapan – Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara sebagai 3 kawasan strategis pengembangan wilayah ibukota yang saling sinergi, hal ini tentunya bisa mengurangi beban lingkungan kawasan TAHURA yang masuk konservasi.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here