Melihat Lebih Dekat Calon Ibu Kota Negara di Kabupaten PPU

0
1117

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kian menjadi perhatian dari berbagai media nasional. Apalagi pasca dicoretnya Bukit Soeharto sebagai salah satu lokasi pemindahan, spekulasi Kabupaten PPU makin kuat sebagai wilayah satu-satunya.

Salah satu media nasional yang langsung melakukan investigasi ke lapangan untuk mengetahui lebih dekat tentang Kabupaten PPU adalah kru Kompas TV yang langsung menurunkan reporter kenamaan Aiman Witjaksono bersama Bupati Abdul Gafur Masud (AGM) berkeliling kesejumlah titik strategis di Benuo Taka, Kamis, (22/8) belum lama ini.

Dalam sesi wawancara yang dilakukan tepat di depan gerbang Madhani kilometer 09, Nipah-nipah, AGM mengatakan jika Kabupaten PPU ditunjuk sebagai lokasi ibu kota negara, PPU telah siap 100%.

” Wilayah Sotek dan Sepaku merupakan wilayah yang berbatasan lagsung dengan Bukit Soeharto tetapi dapat dipastikan tidak merusak hutan lindung, ” kata AGM.

” Kabupaten PPU ini sangat strategis sekali karena berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser dan kota Balikpapan tentunya, sehingga sangat pantas sekali jika menjadi ibu kota negara ini, ” tambahnya.

Bupati AGM dan rombongan juga sempat mengunjungi lokasi pembangunan jembatan Pulau Balang yang berada di Kelurahan Riko Kecamatan Penajam menggunakan speed boat.

Di tempat ini bupati juga juga menjelaskan sejumlah potensi daerah yang dimiliki Kabupaten PPU kepada tamunya itu. Termasuk jembatan Pulau Balang yang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang nantinya sebagai penghubung bagi wilayah selatan dan utara melalui Kabupaten PPU.

Saat ini lanjutnya, Kabupaten PPU memang merupakan pintu gerbang bagi daerah-daerah yang berada di wilayah Selatan Kaltim seperti Kabupaten Paser, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan sekitarnya.

” Dengan adanya pembangunan jembatan Pulau Balang ini nantinya akan menjadi penghubung bagi sejumlah wilayah tersebut melalui Kabupaten PPU, “kata AGM.

Bupati AGM juga mengatakan, jika ibu kota negara di PPU, ia juga siap menyiapkan 4 wilayah yakni Kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku, Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu. Keempatnya adalah seluruh kecamatan di Kabupaten PPU.

“Yang jelas kami sangat mendukung sekali terhadap pemindahan ibu kota ini. Untuk mendukung itu, kami juga telah siapkan 4 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten PPU, “ujarnya.

Lebih jauh AGM mengatakan bahwa Kaltim merupakan provinsi sebagai penyumbang terbesar bagi APBN, oleh karena itu rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur ini sangat tepat.
Selama ini kata dia, Kalimantan Timur selalu menyumbang Rp 500 triliun ke APBN namun yang kembali hanya Rp10 triliun. Angka tersebut sangat sedikit sebab sebagai salah satu lumbung anggaran negara sudah sepatutnya mendapat jatah lebih.

“Karena itu, jika ingin dapat banyak harus pindahkan ibukota ke sini, Kalimantan Timur,” tutur AGM.

Kaltim menjadi Ibu Kota tak datang dua kali. Karena itu, tentu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebab Kaltim, termasuk PPU sudah sangat siap, ” tegasnya.

Sumber : Humas6/ Subur P

Editor     : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here