21 Agustus AGM Bakal Penuhi Undangan Bappenas Terkait Ibukota Baru

0
2932

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Setelah Pemerintah pusat memastikan tidak menempatkan pusat pemerintahan RI di areal Tahura Bukit Soeharto yang disampaikan Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (16/8/2019) lalu.

Untuk di Wilayah Kalimantan Timur diperkirakan lokasi Ibukota jatuh di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Menyikapi hal tersebut Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) kepada media mengatakan baru-baru ini Pemkab PPU mendapat undangan dari Bappenas terkait penetapan lokasi ibukota untuk pertamakalinya, pada tanggal 21 Agustus 2019, Mendatang.

“Insya Allah 21 Agustus kita akan me ghadiri undangan dari Bappenas untuk pembahasan titik Ibukota yang baru,” ucap AGM, Senin (19/8/2019).

“Semoga Kalimantan Timur (Kaltim) ditunjuk sebagai lokasi ibukota, dan PPU sangat setuju dan sangat mendukung bahkan siap sekali jika pemerintah pusat menetapkan lokasinya di Kaltim,” lanjutnya.

Lanjut AGM terkait lahan sudah berkomitmen hal ini ia sudah membicaran dengan petinggi DPRD PPU dan PPU sangat siap pemindahan ibukota di Kabupaten PPU.

“Kami baru dapat undangan saja, ini juga nawacita dari Bapak Presiden Joko Widodo bagaimana dari Sabang sampai Merauke pertumbuhannya bisa merata,”beber AGM.

Selain itu AGM menambahkan PPU harus siap jika ditunjuk sebagai lokasi ibukota, dan hal ini telah dipersiapkan secara matang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang ada di Kabupaten PPU.

“Alhamdulillah semua FKPD di PPU mengatakan siap, kita hanya berdoa semoga jika PPU ditetapkan nanti sebagai lokasi ibukota dan membawa keberkahan untuk bangsa Indonesia maju Sumber Daya Manusia (SDM) dan maju juga bangsa kita,’lanjutnya.

Dikatakan AGM melihat potensi lokasi yang ada di PPU dari ujung timur, barat, selatan dan utara semuanya cocok, tetapi ada kajian yang lebih penting, kajian profesional dari pemerintah pusat.

“Dikecamatan manapun kita punya keunggulan, PPU diapit Kabupaten/Kota. Kaltim telah memiliki banyak infrastruktur strategis, termasuk bandara internasional yang bisa menampung pesawat berbadan lebar,”tambah AGM.

Di sisi lain AGM menambahkan Kaltim mempunyai pelabuhan internasional yang didukung dengan pembangunan jembatan bahkan jembatan tol teluk Balikpapan yang saat memasuki tahap lelang, selain itu khususnya untuk di PPU punya pesisir pantai dan juga punya hutan sehingga bisa tercipta konsep Green City.

“Indonesia sebagai negara maritim, kita berada di alur laut kepulauan atau ALKI II sebagai alernatif Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I,”ujarnya.

Masyarakat Kaltim relatif lebih siap karena selama ini dikenal sebagai masyarakat yang heterogen dengan semua suku bangsa dan agama ada di dalamnya tidak pernah ada perselisihan antarsuku agama, kita hidup rukun.

Selain itu AGM menghibau agar masyarakat PPU jangan mudah tertipu dengan adanya Makelar yang mengumpulkan setifikat tanah masyaralat di Kecamatan Sepaku, karena PPU sebagai lokasi Ibukota belum pasti, jika nanti ditetapkan oleh pemerintah pusat di PPU pihaknya akan menghibau kepada masyarakat melalui Camat, Lurah dan Kepala Desa agar masyarakat PPU mendapat keuntungan yang besar bukan orang lain.

“Terkait SDM, PKK kita aja unggul di Kaltim, SDM kita unggul hanya saja kesempatannya belum ada, lulusan SMA,S1,S2,S2 bahkan Dokter di PPU ini banyak, hanya karena pembangunan saja belum merata maka kelihatan tertinggal, tetapi dalam ilmu kita cukup maju, SDM kita sudah siap tinggal mengambil kesempatan ini sebagai keberkahan,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here