Limbah CPO Resahkan Masyarakat Pesisir Penajam

0
478

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Warga Kelurahan Jenebora dan Gersik, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini kembali dibuat resah. Pasalnya selain persoalan HGU yang menbelenggu, kini persoalan limbah crude palm oil (CPO) pun ikut menambah deretan persoalan warga.

Dikarenakan laut yang menjadi satu-satunya akses tercepat untuk warga, kini terancam ekositemnya lantaran hamburan limbah CPO yang mengambang di atas air dan melekat di sejumlah bangunan dan perahu milik warga di kelurahan Jenebora.

Belum lagi bau tak sedap yang di timbulkan, dari CPO tersebut. Hariyanto salah satu warga asal Kelurahan Gersik yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi dengan kondisi angin selatan, baunya kian tajam tercium di kawasan pesisir Kelurahan Gersik.

“Kalau limbah CPO memang hanya di kelurahan Jenebora, tetapi kalau sudah angin selatan seperti ini kami kebagian wanginya yang sangat menganggu dan tidak sedap,” ucap Hariyanto saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

Sedangkan Ketua RT 13, Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Rudi yang dijumpai belum lama ini menjelaskan, sebenarnya kondisi limbah CPO ini sudah sering terjadi. Hanya saja beberapa kali mengalami peningkatan volume yang membuat bau yang dikeluarkan kian menyengat belum lagi CPO yang menempel di bangunan kerangka rumah maupun perahu milik nelayan.

“Sering sebelumnya (Limbah CPO, Red), cuma beberapa kali memang terjadi peningkatan volume limbah dan sangat merugikan, karena bukan hanya bau tetap limbah CPO yang melengket di rumah dan kapal merusak,” ucapnya.

Lanjut Rudi mengatakan, pihaknya pun sudah berupaya berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan yang diduga pemilik limbah CPO tersebut. Namun memang hingga saat ini belum ada titik terang yang terluhat.

“Kalau dari dugaan kami, limbah CPO tersebut milik Perusahaan DKI, Wilmar atau KCN asal Kariagau, Balikpapan. Namun ketiganya masih mengelak dan justru saling tuding,” tutunya.

Oleh sebab itu saat ini pihaknya hanya berharap, adanya upaya bantuan dari dinas terkait untuk mengatasi persoalan limbah tersebut.

Reporter : Riadi Saputra

Editor      : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here